Target Kepatuhan Dipasang 72,5 Persen

MALANG – Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kepanjen menargetkan angka kepatuhan Wajib Pajak (WP) bisa mencapai angka 72.5 persen di tahun 2014 ini. Jumlah tersebut mengalami kenaikan sebesar 2.5 persen jika dibandingkan dengan tahun lalu.
Kepala KPP Pratama Kepanjen, Budi Harjanto mengatakan, kenaikan prosentase kepatuhan WP tersebut seiring dengan peningkatan jumlah WP aktif di wilayah KPP Pratama Kepanjen. Saat ini, jumlah WP mencapai 90 ribu orang, dari jumlah tersebut, yang aktif berjumlah 62.900 orang.
“Dari 62.900 ribu tersebut, 53.741 adalah karyawan, sisanya 6909 adalah non karyawan,” tegas pria asli Malang ini.
Sesuai dengan agenda penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan, maka 31 Maret mendatang menajdi hari terakhir bagi para WP Orang Pribadi (WPOP) untuk menyampaikan laporan pajaknya. Namun hingga saat ini, jumlah data yang masuk masih 7000 orang.
“Saat ini masih banyak yang mengambil blangko pengisian SPT tahunan, baik yang 1770 S maupun 1770 SS. Berdasarkan pengalaman tahun lalu, jumlah pelaporan SPT Tahunan akan membludak di hari-hari terakhir,” urai dia.
Ia melanjutkan, pada periode penyampaian SPT Tahunan kali ini, Budi optimis target bisa terraih. Pasalnya, jalur penyampaian SPT sudah bertambah dan lebih mudah. jika sebelumnya WP bisa menyampaikan melalui drop box yang disebar di sejumlah titik strategis atau langsung datang ke kantor pajak, maka kini WPOP bisa mengisi melalui program e-filling.
“Penyampaian pajak melalui internet. Lebih praktis, mudah, dan tidak terikat jam kantor,” terangnya kepada Malang Post.
Budi menjelaskan, e-filling merupakan cara penyampaian SPT Tahunan secara elektronik yang dilakukan secara online dan realtime melalui internet pada website Direktorat Jendral Pajak. Ia menegaskan, sistem ini tidak membebankan biaya kepada WP.
“Lebih akurat dan ramah lingkungan karena paperless (minim penggunaan kertas), dan yang penting penyampaian bisa dilakukan 24 jam dan tujuh hari dalam seminggu, non stop,” tegas dia.
Kendati sudah mengembangkan e-filling, Budi menegaskan, hingga saat ini drop box masih disebarkan ke beberapa titik strategis, salah satunya ke kantor kecamatan dan kelurahan. Selain itu, langkah lain yang juga ditempuh KPP Pratama untuk mengatrol angka kepatuhan adalah dengan melakukan jemput bola ke perusahaan.
“Ada beberapa instansi yang memiliki karyawan berjumlah ribuan. Kami melakukan sosialisasi pengisian SPT tahunan ke sana. Diantaranya di Greenfield, Bola Dunia, dan Yon Zipur,” rinci dia.(fia)