Demi Pesawat Baru, Garuda Tawarkan Rights Issue

PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) akan melaksanakan Penawaran Umum Terbatas (PUT I) perseroan dengan penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) alias rights issue, dan persetujuan Anggaran Dasar mengenai perubahan pasal 4 ayat 2 dan 3 sehubungan dengan Penawaran Umum Terbatas I perseroan.
Pemegang saham menyetujui untuk menawarkan sebanyak 3.227.930.633 saham biasa atas nama seri B atau sekitar 12,48 persen dari enlarge capital. Rights Issue ini akan dieksekusi pada periode perdagangan 8-16 April 2014. Proses pembayaran 21 April 2014.
Bertindak sebagai penjamin emisi efek adalah Mandiri Sekuritas, Bahana Securities, dan Danareksa Securities. Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar perseroan di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (24/3/2014).
Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar menyebutkan, dalam aksi korporasi tersebut setiap pemegang 701.409 saham lama yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada 4 April 2014 pukul 16.00 WIB, berhak atas 100.000 HMETD, dengan harga pelaksanaan Rp 460 lembar saham.
Maskapai pelat merah ini memperkirakan dapat meraih dana sebanyak-banyaknya Rp 1,484 triliun dalam pelaksanaan PUT I tersebut.
RUPSLB dihadiri 84,941persen pemegang saham dari keseluruhan pemegang saham atau sekitar 19.231.450.069 lembar saham Nantinya, dana tersebut akan dimanfaatkan perseroan untuk pengembangan armada baru yang direncanakan terdiri dari pesawat jenis B737 Series, B777 Series, A330 Series, dan A320 Series.
Perolehan dana akan ditujukan untuk pembiayaan pre-delivery payment (PDP) pesawat yang dibeli, security deposit pesawat yang disewa, final payment pembelian pesawat baru, maupun belanja modal lain yang diperlukan dalam rangka pengembangan armada, seperti spare parts dan komponen pesawat, serta persediaan mesin pesawat.
Pengembangan armada tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kenaikan arus penumpang jasa transportasi udara melalui penambahan frekuensi penerbangan dan pembukaan rute-rute baru.
Pengembangan armada melalui pesawat baru juga dimaksudkan untuk meningkatkan efisiensi melalui penggunaan bahan bakar dan menurunkan beban biaya perawatan pesawat mengingat pesawat baru lebih hemat dibanding pesawat tua.
Sebagai kelanjutan dari program pengembangan armada, di tahun 2014 perseroan akan mendatangkan 27 armada baru yang terdiri dari 2 Boeing 777-300 ER, 4 airbus A330, 12 Boeing 737-800NG, 3 Bombardir CRJ1000 NextGen, dan 6 ATR72-600.
Melalui program Quantum Leap 2011-2015, perseroan akan mengoperasikan sebanyak 194 pesawat pada tahun 2015 dengan rata-rata usia di bawah 5 tahun.(dtc/fia)