Okupansi Hotel Mencuat di Akhir Bulan

MALANG – Akhir Maret ini tingkat kunjungan ke Kota Malang dipastikan meningkat. Hal tersebut bisa dilihat dari tingginya pemesanan kamar, hingga sepekan jelang long weekend yang terjadi di bulan ini.
Sales Manager Swiss-Belinn Malang, Asta Ayu mengakui bila keterisian kamar (okupansi) hotelnya untuk akhir bulan nanti sudah 100 persen. “Tepatnya tanggal 29-30 Maret ini sudah fully booked,” ujarnya.
Menurut dia, long weekend yang terjadi Sabtu dan Minggu ini, berlanjut hingga hari Senin (29-31/3) menjadikan wisatawan dari luar kota berdatangan ke Malang. Dia mengakui, reservasi kamar sudah terjadi sejak pertengahan Maret. Hasilnya, yang ingin menginap di hotel berkapasitas 203 kamar ini dipastikan gigit jari.
Pencapaian tersebut membuat hotel bintang tiga ini memastikan peningkatan okupansi. “Bila dibandingkan Februari lalu yang di bawah 60 persen, maka okupansi Maret ini pasti lebih baik. Sekarang saja sudah 63 persen,” bebernya kepada Malang Post.
Terpisah, General Manager Secretary and Public Relation Santika Premier Malang, Yessi Puspitasari mengungkapkan bila daya tarik Kota Malang sebagai tempat untuk menikmati liburan sangat tinggi. Sebagai Bukti, untuk Sabtu-Minggu nanti Santika mencatatkan okupansi hingga 94 persen.
“Sudah hampir penuh kamarnya. Faktor libur panjang membuat orang luar kota berdatangan untuk menghabiskan waktu liburnya di Malang Raya, dan menginapnya di Kota Malang,” terang Yessi.
Selain itu, dia memperkirakan hari ulang tahun juga turut berpengaruh. Peringatan HUT ke 100 Kota Malang yang jatuh pada awal bulan depan menjanjikan ragam acara sebelumnya. “Sejak akhir bulan ini sudah banyak acara kan. Faktor ini tidak bisa dikesampingkan juga,” paparnya panjang lebar.
Sementara itu Assistant Public Relation Manager Atria Hotel and Conference Malang, Kadek Ayu Ery Ratnawati mengakui, peningkatan mulai terjadi dan long weekend pekan ini reservasi sudah di atas 70 persen.
“Untuk reservasi sudah tinggi. Apalagi bila dibandingkan okupansi Februari lalu yang di bawah 50 persen,” sebutnya. (ley/fia)