Traffic Pusat Perbelanjaan Mulai Meningkat

MALANG –  Pusat perbelanjaan (mall) maupun departemen store mulai mencatatkan kenaikan traffic kunjungan di Maret ini. Meskipun tidak begitu besar, namun traffic sementara ini membuat pengelola mall optimis untuk April nanti hasilnya jauh lebih baik.
Promotion Staff Plaza Araya, Kusuma Priya Sasongko menuturkan, peningkatan kunjungan sudah mulai terjadi di bulan ini. “Trafficnya meningkat rata-rata 300 orang per hari,” tuturnya.
Dia mengakui, sejak berakhirnya masa liburan tahun baru kunjungan menurun drastis hingga 100 persen. Bahkan Februari lalu, Plaza Araya mencatatkan average 1500 orang per hari. Rinciannya, saat weekend bisa mencapai 2000 orang per hari, sementara untuk weekday antara 1000 hingga 1200 orang per hari.
Dia tidak heran dengan kondisi tersebut, pasalnya memang setiap tahunnya di bulan itu traffic sepi kerap terjadi. “Januari hingga Maret biasanya sepi. Namun saat ini sudah lebih baik,” ungkapnya.
Hingga memasuki minggu terakhir di Maret ini, traffic sudah meningkat 20 persen. Rata-rata kunjungan ke pusat perbelanjaan di sisi utara Kota Malang ini sudah mencapai 1800 orang per hari. Saat weekend, bisa menembus 2500 bahkan lebih. “Apalagi saat weekend selalu ada acara, baik bazaar maupun event,” jelasnya.
Sementara itu, Marketing Communication Manager Matos, Rahayu Sasmita mengungkapkan, mengakui average traffic Matos Februari lalu di angka 18 ribu pengunjung saat weekday. Sebaliknya, saat weekend naik hingga 30 ribu pengunjung. Namun catatan tersebut masih belum maksimal.
“Biasanya saat weekend minimal 35 ribu pengunjung. Ya faktor tidak musim liburan membuat mall sepi,” bebernya.
Namun dia memastikan jika jumlah ini sudah meningkat 30 persen di bulan ini. Rata-rata weekday telah menembus 22 ribu pengunjung per hari.
Terpisah, Supervisor Ramayana Department Store Malang, Ardianto Kurniawan menjelaskan, indikasi traffic bisa dilihat dari rekam data struk belanja oleh konsumen. Bulan lalu, Ramayana membukukan 68.500 struk. Sementara itu untuk Maret ini hingga akhir pekan kemarin sudah mendekati angka tersebut.
“Bila diprosentase sudah membaik. Hingga sepekan sebelum berakhirnya bulan ini, transaksinya sudah mencapai 65.745 struk,” sebut Ardianto. (ley/fia)