Lepas Jabatan Manager Demi Batik

SIAPA yang tidak berminat memiliki karier cemerlang dengan bekerja di sektor perbankan? Apalagi bila posisinya sudah setaraf manajer dengan gaji di atas Rp 5 juta. Namun hal tersebut ditinggalkan oleh sosok Lucky Hernawati, Owner Canting Batik demi kebebasan berekspresi dalam bekerja. Keberaniannya tersebut kini membuahkan hasil karena pendapatannya saat ini sudah melebihi Rp 10 juta per bulan.
Lucky mengakui, bila kariernya dulu di salah satu bank milik pemerintah terbilang bagus. Posisi terakhir yang dia tinggalkan pertengahan tahun 2013 lalu yakni Cash Outlet Manager. “Banyak yang menyayangkan waktu itu. Tetapi ada beberapa faktor yang membuat saya yakin untuk meninggalkannya,” ujarnya, mengawali cerita.
Untuk melepaskan pekerjaan itu, perempuan yang akrab disapa Uqi ini membutuhkan waktu 1,5 tahun. Dalam kurun waktu tersebut, sembari mengurusi pekerjaan di bank, ia mulai merintis bisnis Canting Batik, yang menawarkan jasa penjahitan aneka model batik sekaligus menjual karyanya.
Perempuan berhijab ini menuturkan bila menyukai aktivitas menghasilkan karya fashion ini sejak masih muda. Sembari bekerja, ketika ada waktu luang dia mendesain sekaligus menjahit sendiri baju yang dikenakannya. “Lebih bervariasi dan modelnya sesuka saya,” tegas dia.
Baru di kisaran 2010, karyanya semakin banyak. Menurut dia tidak mungkin lagi bila semua dipakai sendiri, maka dari itu dia mulai menawarkan koleksi kepada kerabat dan serta teman kerjanya. Apalagi, sebagian besar merupakan batik, yang selama beberapa tahun terakhir menjadi fenomena, dan merupakan salah satu seragam wajib di sebuah perkantoran.
Awal 2012 dia membuka bisnisnya lebih luas lagi dengan membuka store di Mall Olympic Garden (MOG) Malang. Terus berlanjut, mengerjakan pekerjaan utamanya, serta bisnis fashionnya. Masih ditambah lagi sebagai statusnya sebagai ibu rumah tangga.
“Serasa makin sibuk dan waktu untuk santai semakin hilang. Padahal, saya paling senang santai serta jalan-jalan,” imbuhnya.
Sampai akhirnya dia benar-benar fokus untuk berbisnis ketimbang bertahan menjadi Cash Outlet Manager. Alasannya gampang, ia lebih mudah mengatur waktu untuk travelling. Tercatat beberapa negara sudah mengelilingi beberapa negara, seperti Jepang, Korea, Thailand, Malaysia dan Singapura. Belum lagi UEA dan Qatar.
“Ya, setelah resign saya merasa bebas, dan waktu untuk berlibur jadi banyak, karena pekerjaan bisa saya sesuaikan,” beber istri dari salah satu pegawai Bank Indonesia Malang ini.
Kini, Canting Batik memiliki omzet di kisaran Rp 40 juta per bulan. Untuk karyawan, dari 2 orang di tahun 2012 lalu, tahun ini sudah menembus 5 orang. Itu masih ditambah dengan penjaga storenya di MOG. Menurutnya, itu juga menjadi kesenangan tersendiri, ketika bisa mempekerjakan orang lain. Sehingga keberadaannya berfungsi juga untuk orang lain.
Dia optimis, untuk 2014 ini omzetnya meningkat. Targetnya meningkat 20 persen hanya untuk Canting Batik. Sementara, kini dia memiliki bisnis lain, yakni tour and travel serta bersiap untuk bisnis kuliner.
Tour and travel, tegasnya, untuk menyalurkan hasrat jalan-jalannya. Tak jarang, ia langsung menjadi tour guide ketika perjalanan ke luar negeri. City Tour and Travelnya memang masih belum besar, tetapi dia sudah menikmati keuntungan dari bisnis pribadinya tersebut.
“Pekan ini saya juga sudah siap melaunching bisnis kuliner yang lain dari pada yang lain. Tujuannya nanti bisa difranchisekan ketika sudah sukses. Makanan ringan seperti waffle, pancake, pizza dan smoothies buah,” jelas perempuan berusia 40 tahun ini. (ley/fia)