Berawal dari Gedung Bioskop President

MALANG – Siapa bilang, makan harus di tempat tenang? Teori lawas itu tidak berlaku bagi pecinta kuliner saat ini. Pasalnya, setiap warung, kafe, depot atau restoran, kini menyediakan sensasi unik bagi pembelinya. Seperti Bakso President khas Kota Malang ini. Mengunjungi Bakso President di Jalan Batanghari No. 5, Anda secara langsung akan dipertemukan dengan sensasi makan yang unik, yaitu ditemani seliweran kereta api yang melaju di depan warung tersebut. Meski tempatnya tidak strategis, justru itulah seni berkuliner ria yang ditawarkan oleh Bakso President.
Meski terbilang baru, yaitu sejak 1977, namun Bakso President tidak kalah legendaris dengan kuliner-kuliner lain di Kota Malang. Bakso ini awalnya hanya berupa bakso keliling biasa yang dijalankan oleh Sugito.
Lima tahun kemudian, Sugito mendirikan warung kecil di belakang Gedung Bioskop President (saat ini menjadi Mitra II Departement Store) yang laris manis hingga saat ini.
“Saya menjadi pelanggan Bakso President ini sejak tahun 2000. Saat itu saya masih belum berkeluarga dan biasa kesini dengan orangtua. Hingga punya dua anak sekarang ini, saya masih langganan di sini, sampai hafal dengan pelayannya,” ujar Bambang Ardinata, salah seorang pelanggan Bakso President.
Bukan hanya Bambang, yang menjadi penggemar fanatic bakso ini. Beberapa pelanggan lain juga tampak berbincang akrab dengan pelayan di warung itu, menandakan kedekatan tempat tersebut dengan pelanggannya.
Tidak hanya dikenal oleh masyarakat Malang saja, bakso ini juga menjadi tempat nongkrong favorit selebritis. Beberapa selebritis yang kerap menyantap bakso ini antara lain Julia Perez, duo The Virgin, Ari Lasso, Inul Daratista, dan grup band Andra and The Backbone dan Nidji. Tak ketinggalan, President Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pun pernah mencicipi Bakso President.
Jenis bakso yang disediakan di Bakso President antara lain adalah bakso urat, bakso goreng, bakso tulang muda, dan bakso biasa. Selain itu, sebagai pelengkap, Anda bisa memilih goreng udang, siomay goreng, lontong, dan jeroan. Teksturnya baksonya empuk, dagingnya terasa, kuahnya nikmat dan yang terpenting harganya ramah di kantong. Per porsinya berkisar antara Rp10 ribu hingga Rp 20 ribu saja.
“Dari dulu hingga sekarang, suasananya tetap asyik dengan sensasi rel kereta api yang seru. asyiknya lagi, habis makan anak-anak bisa foto-fotoan sebelum pulang,” ujar Bambang seraya tertawa kecil. (ily/fia)