Dulu Layani KNIL, Sekarang Langganan SBY

MALANG - Depot Soto/Rawon Rampal menjadi rumah makan legendaris di Kota Malang. Bukan hanya karena depot ini berdiri sejak lama, namun tempat makan yang berada di Jalan Panglima Sudirman 71A ini juga kerap di datangi para pejabat. Tidak terkecuali presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Selama menjabat sejak tahun 2009 lalu, orang nomor satu di Indonesia ini tercatat sudah dua kali mampir untuk makan di rumah makan yang didirikan Hj Syariah ini.
Pertama tahun 2009 dan kedua tahun 2013 lalu. Kedatangan SBY beserta istri Ani Yudhoyono dan rombongan itu juga dibuktikan dengan foto presiden, yang dipajang di warung tersebut.  Ada tiga foto presiden yang dipajang di ruangan utama depot. Yaitu satu foto, saat presiden dan rombongan berada di dalam untuk menyantap makanan, dan dua foto, presiden foto bersama  para karyawan depot dan rombongan.
Sekalipun hanya dua kali, kedatangan SBY sangat melekan dan berkesan. Bahkan, banyak orang pun menjuluki jika depot Soto/Rawon Rampal ini sebagai Depot Rawon SBY.
“Iya, banyak orang datang mengatakan ini depot rawon SBY. Mungkin karena pak SBY pernah datang dan makan disini,’’ kata Ninik Wahyuni, pengelola Depot Soto/Rawon Rampal.
Meskipun tidak mengerti alasan pasti depot yang dikelolanya menjadi legenda, namun wanita ini kemarin sempat bercerita panjang lebar terkait depotnya itu. Tahun 1958, depot ini kali pertama didirikan oleh Hj Syariah dengan H Sangadi. Saat itu kondisi depot tidak seperti sekarang, selain lantainya masih tanah, depot ini hanya melayani anggota KNIL.  
Namun begitu, meskipun hanya melayani pasukan KNIL, Hj Syariah perduli soal rasa makanan buatannya. Menu soto dan rawon yang menjadi menu utama depot dimasak dengan sepenuh hati. Daging yang digunakan adalah daging pilihan. Bumbu yang dimasukkan juga tidak sedikit, alias Hj Syariah tidak pelit dengan bumbu, untuk menghasilkan masakan yang lezat. Ditambah dengan adanya campuran rempah-rempah, membuat rawon dan soto Hj Syariah pun berbeda. Dan yang membuat rasanya tidak mudah dilupakan adalah baik rawon maupun soto dimasak dengan arang. “Masak dagingnya 3 jam, biar empuk dan bumbunya meresap. Tidak boleh lebih dari itu karena daging bisa hancur,’’ kata Ninik.
Bumbu dan cara masak rawon maupun soto itupun tidak berubah sampai sekarang. Rasa bumbu sangat nendang di lidah itu tetap dipertahankan. Bahkan, komposisi tersebut juga tidak berubah meskipun harga daging ataupun cabe merangkak naik.
“Kami tidak pernah mengurangi komposisi bumbu, daging dan lainnya. Semuanya masih tetap sama sejak depot ini berdiri,’’ urainya.  
Untuk mengatasi kenaikan harga tersebut, pihaknya pun menaikkan harga satu persi rawon ataupun soto buatannya. Kenaikan harga itupun tidak banyak. “Yang penting tidak rugi saja, dan tetap bisa menggaji para karyawan,’’ katanya.
Soal penyajiannya, Ninik mengatakan tidak jauh beda dengan warung-warung makan lainnya. Pengunjung datang, kemudian pesan. Seketika itu langsung dilayani. Di meja, Ninik juga menyediakan kerupuk serta telur asin sebagai lauk sampingan rawon atau soto. Sedangkan lauk tambahan seperti babat, empal, limpa dan lainnya bisa dipesan pada karyawan.  Sedangkan untuk minumnya, pelanggan bisa memilih aneka jus, teh, jeruk dan lainnya.
Selain itu yang membuat warung ini berbeda adalah, Ninik tidak akan menambah porsi atau menambah jam buka warung. Sejak kali pertama didirikan, pihaknya hanya memasak paling tidah 30 Kg daging dan beras 25 Kg. Jam bukanya hanya pukul 07.00-14.00.
“Jarang kami buka sampai jam 14.00, karena jam 12.00 biasanya sudah habis,’’ urainya. Sembari mengatakan harga, satu porsi rawon dihargai Rp 27 ribu. Ninik juga mengatakan, selain SBY pejabat lain yang datang ke depot Soto/Rawon adalah Akbar Tanjung, Anas Urbaningrum, Wiranto dan Puan Maharani. Sementara artis yang pernah datang ke warung tersebut adalah Ari Lasso, Piyu, Dewi Persik, Syahrini dan banyak lagi. (vik/fia)