Jadi Jujugan Wisatawan dan Pebisnis, Hotel di Malang Makin ‘Seksi’

MALANG – Sepanjang tahun 2013 lalu, perkembangan dunia perhotelan tidak terkendali. Sebagai bukti, tahun lalu lebih dari 10 hotel berbintang ikut mulai memanaskan persaingan bisnis hospitality ini di Kota Malang. Bahkan, saat 2014 ini dipastikan ada tambahan lagi mencapai 8 hotel, dan semakin menambah banyaknya bangunan vertikal menjulang di pusat kota.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Kota Malang, Herman Soemarjono memastikan, tahun ini bisnis perhotelan semakin ketat. “2014 ini sudah ada 8 hotel siap beroperasi karena ijin operasional sudah turun,” ujarnya.
Menurutnya, pemain  bisnis perhotelan yang masuk ke Malang tak main-main. Seperti Fave Hotel, Horison Ultima, Mercure hingga Arya Duta. Bahkan, yang sudah beroperasi namun belum dilaunching, hotel yang berada di kawasan pusat perbelanjaan, Swiss-Belinn. Total, sejak 2013 lalu, hampir 20 hotel baru yang mendapatkan ijin untuk berdiri dan beroperasi
Tidak salah memang bila investor mendirikan hotel di Kota Malang. Pasalnya, kota yang tahun ini genap berusia seabad ini sangat potensial dari sisi investasi. Sebagai wilayah berkembang menuju kota yang modern, tingkat kunjungan wisatawan ke Malang Raya sangat tinggi. Sementara itu, Kota Malang sekalipun menjadi area singgah sebelum menuju ke Batu, Kabupaten Malang atau wisata ke Bromo, tidak kalah menarik untuk menjadi tempat berlibur.
“Paling utama karena untuk tinggal sangat nyaman. Selain hotel yang semakin banyak, pusat perbelanjaan dan restorannya juga semakin bervariasi. Mau kuliner mulai dari khas Malang hingga internasional bisa ditemukan di Kota Malang,” papar dia panjang lebar.
Herman menambahkan, tinggal Pemerintah Kota (Pemkot) Malang sendiri yang harus mengatur agar pertumbuhan ini teratur. Misalnya saja keberadaan hotel hingga pusat kuliner. Bisa dilihat, okupansi hunian secara keseluruhan cenderung menurun.
“Meski beberapa hotel berbintang dan baru menyampaikan okupansi di atas 70 persen, ada beberapa hotel lain yang di kisaran 50 persen,” bebernya kepada Malang Post.
Begitu pula pusat kuliner. Menurut pria ramah ini, seandainya ada suatu pusat tertentu, semakin nyatalah bila Kota Malang ini modern. Wisatawan mudah untuk menemukan area untuk memilih aneka jenis makanan. Dia mencontohkan, di sekitaran Jalan Ijen, saat ini sudah mulai mengarah ke konsep tersebut. Selain jalan bersejarah, ketika masuk ke jalan percabangan seperti Pahlawan Trip sudah bisa menemukan beberapa alternatif kuliner.
“Coba maksimal untuk mengurus hal kecil seperti ini, Pasti, Kota Malang selain ditahbiskan sebagai kota modern, tidak hanya menjadi area singgah, dan kecenderungan saat ini, jujugan tamu luar kota untuk mengadakan MICE. Kemudian liburannya ke Kota Batu,” urainya.
Sementara itu, Marketing Communication Manager Harris Hotel and Convention Nicky Olivia mengakui, bila Kota Malang ini sangat favorit bagi tamu asal Kalimantan, Surabaya dan Jakarta. “Kota Metropolitan seperti Jakarta sudah terlalu sesak, sehingga banyak corporate dari sana dan Surabaya menuju ke Malang untuk refresh,” urainya.
Harris Hotel yang kepemilikannya tidak hanya milik satu atau dua orang ini, juga menjadi pusat investasi. Konsep yang diusung merupakan sebuah kondominium, sehingga tidak heran jika memasuki areanya terlihat kemegahannya.
“Kamar hotel ini yang 100 unit milik investor dari luar kota,” tambahnya. Sehingga, ketika usianya genap setahun Maret lalu, dilakukan pembagian Return On Investment (ROI). Sebesar 10 persen hasil investasi dibagikan oleh Owning Company, PT Aloita Prima.
Menurutnya, kedepan dipastikan semakin banyak hotel yang akan mengembangkan konsep serupa. Kemudian, hotel berjaringan pun akan semakin bertebaran dan memiliki nilai lebih, menang nama hingga tingkat internasional.
Suatu misal hotel berjaringan lain yang langsung menggebrak keberadaannya yakni Best Western OJ Hotel Malang. Hotel yang terdiri dari 12 lantai ini menjadi jujugan tamu luar kota dan para pejabat. Beberapa waktu lalu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun tidak ragu untuk singgah di hotel yang berada di Jalan Dr. Cipto ini.
“Ini baru awal. Apalagi bila tahun ini atau tahun berikutnya Best Western melengkapi dengan fasilitas lain, ballroom misalnya,” terang Assistan Marcom Manager Best Western OJ Hotel Malang, Ledya Shelfy.
Potensialnya Kota Malang, membuat hotel-hotel ini semakin kuat ketika bermunculan kompetitor. Sebab, sebagian besar meyakini, begitu ada pemain baru pasti hotel beradu kreativitas untuk menggaet tamu.
Seperti pengakuan Duty Manager Hotel Tugu Malang, Sebastian Liebold yang mengatakan, bila hotelnya tetap fight. “Hotel Tugu telah dikenal dengan kelebihannya tersendiri. Meskipun banyak hotel, tetap menjadi pilihan,” tandas dia. (ley/fia)