Revisi Harga Daging Sapi Tunggu Pemilu Legislatif

MALANG – Harga daging sapi di Kota Malang telah cukup lama bertahan pada harga Rp 90 ribu kilogram. Kurang lebih enam bulan, harga terakhir tersebut ditetapkan oleh Himpunan Pengusaha Muslim Indonesia (HIPMI) Malang dan segera mendapat revisi untuk kembali turun di bulan April ini.
Ketua Seksi Jagal HIPMI Malang, H. Abu Hasan menyampaikan, terakhir ada revisi harga November tahun lalu. “Perubahan harga terakhir yang Hipmi sampaikan melalui edaran sudah hampir setengah tahun,” ujarnya.
Bila harga Rp 90 ribu per kilogram yang ditetapkan oleh Hipmi itu berlaku untuk harga pembelian pedagang di rumah potong hewan (RPH), maka harga di pasaran bisa lebih tinggi lagi. Bahkan, tidak jarang pedagang menjual daging ke konsumen dengan harga mencapai Rp 98 ribu per kilogram.
“Di pasar, pedagang bisa menentukan harga jual. Bila kondisi pasar atau permintaan tinggi, maka pedagang bisa menjual sangat mahal. Sebaliknya, ketika sepi pedagang bisa menurunkan agar dagangannya terjual,” papar Hasan kepada Malang Post.
Masih menurut dia, sudah ada wacana dari Hipmi untuk merevisi harga. Sebab, sudah ada ketentuan dari pemerintah, untuk menstabilkan harga daging sapi di pasaran hingga Rp 75 ribu per kilogram. Namun Hasan belum bisa memastikan berapa harga terbaru. Yang jelas akan turun dari batasan Rp 90 ribu.
Mengenai waktu, dia memperkirakan di akhir April ini. “Setelah pemilu legislatif nantilah. Beberapa minggu ini juga untuk menentukan ketentuan harga terbaru,” tandas dia.
Sementara itu, di sejumlah pasar tradisional harga daging sapi memang masih mahal. Misalnya saja di Pasar Besar Malang. Harganya menembus Rp 98 ribu kilogram, walaupun ada beberapa yang menjual pada harga Rp 93 ribu hingga Rp 95 ribu per kilogram.
“Harganya berbeda. Kalau saya tetap menjual Rp 98 ribu per kilogram. Sebab, bila di bawah itu keuntungannya tipis sekali. Sedangkan teman pedagang lain sudah ada yang menjual Rp 93 ribu per kilogram,” jelas salah satu pedagang di PBM, H. Djazuli.
Selain harganya mahal, penjualan juga terhitung sepi di sepanjang tahun 2014 ini. Menurut dia, rata-rata pedagang hanya bisa menjual hingga 30 kilogram per hari bila tidak ada pemesanan dari hotel atau restoran.
“Malah, tidak jarang hanya berjualan 15 kilogram per hari. Mungkin karena mahal, jarang yang berminat membeli daging sapi kecuali ada acara selamatan atau hajatan,” terangnya.
Dia dan pedagang lain pun menunggu penurunan harga daging sapi ini. Pasalnya, selain sepi, tidak jarang pula pedagang sapi memilih untuk tidak membuka lapak. Misalnya saja bila hari ini dan kemarin sudah beroperasi, besoknya memilih untuk tidak berjualan. (ley/fia)