Transaksi Properti Tembus Rp 2T Dalam Setahun

MALANG – Perkembangan bisnis property di Kota Malang diprediksi masih akan terus melesat. Sepanjang 2013 lalu saja, transaksi sektor properti khususnya untuk perumahan menembus angka Rp 2 triliun. Tahun ini, dia memastikan pasti mengalami kenaikan, setidaknya 30 persen. Sebab, harga kavling maupun rumah per meternya telah mengalami kenaikan.
Ketua Dewan Pengurus Daerah Real Estate Indonesia (DPD REI) Komisariat Malang, Heri Mursid Broto Sejati mencontohkan, di kawasan di Sukarno Hatta misalnya. Tahun lalu harga tanah di sekitar sana masih seharga Rp 3 juta per meter. Kali ini, sudah meningkat hampir dua kali lipat.
“Harga Rp 5 juta per meter ini sudah cukup murah untuk tahun ini, belum lagi beberapa bulan ke depan,” tandas Direktur PT Citra Gading Asritama ini.
Minimnya lahan membuat developer kini melakukan pengembangan ke wilayah pinggiran kota, salah satunya Araya. Kawasan perumahan yang proyek pertamanya bernama Pondok Blimbing Indah ini sedang serius mengembangkan kawasan hunian yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas umum. Mulai dari pusat perbelanjaan, hotel, rumah sakit, restoran, club house hingga area golf. Dalam sebuah site plan kawasan seluas 1000 hektar, targetnya menjadi sebuah kota modern.
Manager Marketing dan Pengembangan Kota Araya, JV. Teguh Widjaja mengungkapkan, ada beberapa tahapan dalam pengembangan Kota Araya, sebagai kawasan perumahan modern. “Saat ini sedang menghabiskan lahan 400 hektar sebelum berlanjut ke proyek selanjutnya,” ungkapnya.
Pria yang akrab disapa Yoyok ini mengakui, begitu potensialnya wilayah tersebut sangat menarik investor. Baik dari Kota Malang maupun luar kota. Sehingga, di salah satu daerah dalam pengembangan kali ini, harga kavling bagi yang ingin berinvestasi menembus Rp 6 juta per meternya. Padahal dua atau tiga tahun lalu masih separuhnya. (ley/nda)