Okupansi Bioskop Belum Maksimal

MALANG – Januari hingga Maret 2014 ini, minat pecinta film di Kota Malang masih untuk mengunjungi bioskop belum maksimal. Hal ini bisa dilihat dengan tingkat keterisian kursi di studio yang masih di bawah 75 persen hingga akhir Maret lalu.
Manager Matos 21, Bambang Wibisono mengakui, bila di tempatnya keterisiannya baru sebesar 60 persen saja. “Memang, untuk awal tahun trend seperti ini, jadi tidak heran bila okupansinya rendah,” ujarnya.
Menurutnya, tahun 2013 lalu pun pakemnya juga hampir sama. Hingga Maret minat menonton masyarakat masih rendah. Selain itu, ada faktor juga dari industri film di triwulan pertama tersebut enggan merilis film.
“Jarang sekali film yang dirilis di triwulan pertama ini menjadi box office dan membuat masyarakat berdesakan untuk nonton. Nanti, begitu memasuki bulan Mei pasti bermunculan film bagus,” urai dia panjang lebar.
Bahkan, sebagai bukti sahih yang terjadi di awal April ini. Kemunculan film The Raid 2 Berandal belum juga memantik minat untuk menonton. Dia mengakui, hampir seminggu film ini diputar, paling banyak isian studio terjadi akhir pekan lalu.
“Sabtu (29/3) lalu, dari empat kali pemutaran terisi 70 persen. Apalagi saat weekday, masih sepi,” imbuh Bambang.
Dia memprediksi baru Mei nanti keterisian bisa bagus. Selain sudah memasuki masa liburan sekolah untuk anak yang telah menyelesaikan Ujian Nasional, bulan tersebut juga penayangan film box office seperti Transformer dan Godzilla.
Hal yang sama juga diakui oleh Waitress Dieng 21, Cornea Sukarina mengakui, sekalipun akhir Maret dan awal April ini telah muncul film bagus, keterisian juga masih belum maksimal. Dari dua studio di Plaza Dieng ini yang kini menayangkan The Raid 2 dan Captain America, per studio terisi sekitar 120 penonton.
“Padahal The Raid 1 lalu banyak sekali penggemarnya. Begitu pula Captain America. Mungkin beberapa hari ke depan baru bisa diketahui ramai atau tidaknya. Tetapi lumayan sudah lebih dari 50 persen isinya,” terang dia kepada Malang Post. (ley/fia)