Inflasi Malang Lampaui Jatim dan Nasional

MALANG – Harga tiket pesawat terbang yang dipasang pada level tinggi selama Maret ditambah dengan harga cabe rawit yang meroket membuat delapan Kota Indeks Harga konsumen di Jawa timur mengalami kenaikan. Malang menjadi kota dengan catatan inflasi tertinggi, mencapai 0,43 persen.
Sepanjang Maret, terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 111.37 pada Februari 2014 menjadi 111.85 pada Maret 2014. Tingkat inflasi tahun kalender (Maret) 2014 sebesar 1.51 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Maret 2014 terhadap Maret 2013) sebesar 7.19 persen.
Kasi Statistik dan Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, Erny Fatma Setyoharini menjelaskan, sekitar akhir minggu di bulan Maret, harga cabe rawit di pasaran sampai menembus Rp 80 ribu per kg.
“Cabe masuk dalam 10 komoditas teratas yang mengalami kenaikan harga sepanjang maret 2014,” terang dia.
Ia menuturkan, inflasi tersebut dikarenakan adanya kenaikan indeks seluruh kelompok pengeluaran, yaitu kelompok bahan makanan (0.38 persen), kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau (0.54 persen), kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan akar (0.16 persen), kelompok sandang (0,39 persen), kelompok kesehatan (0,25 persen), kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga (0,02 persen) dan kelompok transpor,komunikasi, dan jasa keuangan (0, 98 persen).
Selain cabe rawit dan angkutan udara, komoditas yang kenaikannya cukup tinggi selama Maret adalah beras, rokok kretek filter, bawang putih, semen, rokok kretek, minyak goreng, bawang merah, dan gula pasir.
“Tidak semuanya mengalami kenaikan. Ada beberapa yang menurun seperti, telur ayam ras, cabe merah, daging ayam ras, tomat sayur, wortel, besi beton, sawi putih, cumi-cumi, tongkol pindang, dan ikan asin belah,” rinci Erny.
Setelah Malang, inflasi cukup tinggi juga dialami Kota Madiun yaitu sebesar 0,25 persen, Surabaya sebesar 0,23 persen, Banyuwangi sebesar 0,20 persen, Kota Probolinggo sebesar 0,16 persen, Sumenep sebesar 0,08 persen, Jember 0,03 persen dan terrendah Kota Kediri sebesar 0,02 persen.
“Inflasi di Malang bulan ini cukup tinggi. Melebihi Jawa timur yang hanya 0,23 persen dan nasional yang tercatat hanya sebesar 0,08 persen,” pungkas dia.(fia)