Ekspatriat, Turut Sumbang Stabilitas Okupansi Hotel

MALANG - Tenaga kerja asing (ekspatriat) terhitung banyak di Malang Raya. Selain telah tinggal di mess perusahaan, keberadaannya bisa dilihat pula di hotel berbintang dan terbukti ekspatriat tersebut mampu mendongkrak okupansi hotel.
Marketing Communication Manager Harris Hotel and Convention Malang, Nicky Olivia mengakui, sumbangsih ekspatriat ini mencapai 10 persen selama 2013 lalu. "Lumayan, menambah tingkat hunian. Apalagi saat low season," ujarnya.
Menurutnya, selain dari Malang,  para eksptariat yang berasal dari corporate maupun non-government organization (NGO) ini juga  berasal dari wilayah Pasuruan, Mojokerto hingga Bali,
Tamu ini menginap di hotel yang berada di sisi utara Kota Malang ini terhitung lama, antara dua hingga tiga bulan dalam setahun. "Bahkan, ada yang hampir setahun tinggal disini dan mereka sangat loyal," tegas Nicky.
Dia menyebutkan, keloyalan ini bisa terlihat dari saran dan kritik yang disampaikan ekspatriat tersebut. Apalagi, orang asing ini diakuinya sangat jujur dan terbuka ketika mengalami hal yang kurang nyaman mengenai pelayanan hotel. Baik secara langsung, maupun dari form yang hotel siapkan.
“Secara rutin kami meminta tamu untuk memberikan evaluasi  terhadap layanan melalui form yang kami sediakan. Dari situ banyak masukan, jika mereka merasa nyaman menginap dan dalam jangka waktu yang terhitung lama," papar dia panjang lebar.
Sementara itu, General Manager Hotel Aria Gajayana Malang, Edy Wahyudi mengungkapkan, hotel Aria juga menjadi pilihan bagi para tenaga kerja asing untuk menginap dalam waktu yang cukup lama. "Keberadaan Aria yang terintegrasi dengan mall  yakni Malang Olympic Garden (MOG) menjadi nilai lebih tersendiri untuk jadi pilihan utama para ekspatriat untuk lon stay," ujarnya.
Minimal, tamu tersebut bermalam di Hotel Aria selama dua minggu. Sebagian besar adalah ekspatriat yang bekerja di wilayah Pasuruan dan dan Pandaan yang memang banyak sekali perusahaan besar.
"Kehadiran mereka bisa menyumbang angka hunian, keberadaan mereka stabil alias tidak terpengaruh dengan low season maupun high season,” pungkas dia.(ley/fia)