Masuki Masa Panen, Harga Cabai Rawit Berangsur Turun

MALANG – Memasuki pekan kedua April, harga cabai rawit melanjutkan tren harga tinggi. Di Pasar Besar Malang (PBM) misalnya, harga cabai rawit masih berada di atas Rp 60 ribu per kilogram. Harga terbaru tersebut memang turun, namun sangat tipis.
“Harganya hari ini (kemarin) Rp 62 ribu per kilogram, turun Rp 2000 per kilogram dibanding hari sebelumnya,” ujar Ibu Umi, kemarin.
Menurut dia, sejak awal pekan ini memang mulai terjadi penurunan harga. Tetapi penurunannya tidak terlalu signifikan, karena hanya Rp 2000 per kilogram per harinya. Harga Rp 62 ribu per kilogram ini sudah lebih baik ketimbang pekan sebelumnya yang berada di kisaran Rp 75 ribu per kilogram.
Dia mengungkapkan, harga yang turun ini karena pasokan cabai rawit di pasaran sudah mulai lancar. Sebelumnya selama Maret lalu cabai rawit tergolong sulit ditemukan di tingkat tengkulak dan petani.
“Hasilnya pada Maret lalu harganya mahal. Selain itu jumlah jualan per hari menurun, dari rata-rata 70 kilogram per hari menjadi 40-50 kilogram per hari,” beber dia kepada Malang Post.
Hal yang sama juga diakui oleh pedagang di Pasar Gadang, Agus. Dia menyebutkan bila per Selasa (8/4) kemarin, seharga Rp 60 ribu per kilogram. “Sekarang rata-rata pedagang menjual di harga tersebut,” sebut dia.
Menurut dia, kini persediaan cabai rawit sudah jauh lebih baik ketimbang Maret lalu. “Masa panen sudah mulai terjadi di kawasan Kabupaten Malang. Tetapi pedagang dari Kediri dan Blitar juga masih berdatangan untuk berburu cabai rawit di Malang,” urai Agus.
Dia mengakui, pertengahan bulan ini pasti harganya akan semakin turun lagi karena mendekati puncak masa panen yang terjadi sekitar April hingga Mei nanti.
“Jadi harga mahal beberapa waktu lalu karena memang belum masa panen dan pedagang dari luar kota berburu ke Malang,” tandas dia.
Sementara itu, dari pantauan Malang Post harga cabai rawit di salah satu supermarket di Kota Malang berada pada harga Rp 89 ribu per kilogram. “Harganya masih mahal, tetapi dalam waktu dekat sudah turun,” ujar Budi Errianto, Divisi Manager Fresh Product Hypermart Malang. (ley/fia)