BCA Rem Penyaluran KPR

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) memperlambat atau mengerem kucuran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) pada tahun 2014. Pengereman ini merujuk pada penetapan aturan besaran uang muka atau loan to value yang dikeluarkan Bank Indonesia (BI).
"Karena memang dari regulator kan arahannya gitu. Kalau LTV dinaikkin memang harus diredam, kalau nggak harga properti nggak karuan nanti," kata Direktur Utama BCA Jahja Setiaatmadja usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan BCA di Bali Room, Hotel Kempinski, Jakarta.
Jahja menegaskan peningkatan besaran uang muka dan pengereman penyaluran KPR umum terjadi pada saat harga properti sudah tidak rasional. Hal ini juga diterapkan di negara tetangga seperti Singapura.
"Saya kira di negara lain juga gitu. Kayak di Singapura. Kalau sudah harga properti meningkat tinggi DP KPR biasanya dinaikkin untuk meredam supaya seimbang," jelasnya.
Pada kesempatan itu, Jahja juga menjelaskan pada triwulan I hingga II permintaan dan penyaluran kredit oleh BCA bakal stabil. Namun belajar dari pengalaman dari tahun ke tahun, kenaikan akan terjadi pada triwulan III dan IV.
"Triwulan I kan biasanya permintaan kredit agak melambat. Mungkin kita perkirakan akan flat dulu. Mungkin nanti di triwulan III kali ya atau IV kalau memang seperti target 15 persen kenaikan kredit," jelasnya.
BCA pada tahun buku 2013 menyebar dividen senilai Rp 2,9 triliun kepada pemegang saham. Dividen ini setara dengan 20,7 persen dari perolehan laba bersih BCA pada tahun 2013. Laba bersih BCA pada tahun 2013 senilai Rp 14,3 triliun. Total dividen yang dibayarkan per lembar saham menjadi Rp 120.(dtc/fia)