Pileg, Bulog Istirahatkan Distribusi Raskin

MALANG – Momen pemilu legislatif yang berlangsung Rabu (9/4) kemarin turut menghambat penyaluran beras miskin (raskin). Pasalnya, demi keamanan, Badan Urusan Logistik (Bulog) menghentikan operasional pengiriman selama hampir sepekan.
Kepala Bulog Sub Divre VII Jawa Timur, Langgeng Wisnu Adi Nugroho mengatakan, bila distribusi berhenti sejak awal pekan ini, tepatnya Senin (7/4) lalu hingga Kamis hari ini.
“Belum lagi ditambah libur di akhir pekan lalu, Sabtu (5/4) dan Minggu (6/4) lalu. Bila ditotal hampir seminggu,” ungkapnya.
Penghentian distribusi ini, menurutnya, untuk menghindari penyalahgunaan raskin dari oknum tertentu. Sebab, ketika pileg sudah mendekat, hal sekecil apapun rawan dimanfaatkan.
“Hitungannya juga saat hari tenang jelang pileg. Kami ikuti saja edaran dari pusat,” beber dia kepada Malang Post.
Distribusi raskin ini akan kembali normal Jumat (11/4) besok. Areanya yang akan dikebut untuk kisaran Kabupaten Malang. Sebab, hingga akhir Maret lalu, pengiriman raskin di Kabupaten Malang masih tersalurkan untuk Januari saja.
“Untuk wilayah tersebut memang paling lambat. Bulog masih menunggu data fix hasil dari musyawarah desa mengenai nama-nama yang mendapatkan jatah raskin. Itu baru diterima Maret lalu,” papar dia panjang lebar.
Selain itu, untuk menyalurkan raskin di Kabupaten Malang terhitung memerlukan waktu yang lebih lama. Alasannya, kuotanya mencapai 50 persen dari kuota raskin bulanan di Bulog Sub Divre VII yang juga membawahi area Kota Malang, Kota Batu, Kota Pasuruan dan Kabupaten Pasuruan. Total kuota untuk Kabupaten Malang mencapai 2208 ton per bulan.
Secara total, untuk kuota bulanan di bawah komando Langgeng sebanyak 4400 ton per bulan. Dari kuota tersebut, yang paling lancar untuk Kota Batu, Kota Malang dan Kota Pasuruan.
“Sedangkan untuk Kabupaten Pasuruan kuota Januari hingga Maret juga baru kelar akhir Maret lalu. Jumat begitu masuk langsung tancap gas untuk pendistribusian,” tukasnya. (ley/fia)