Seteleh Jeddah, Buka Surabaya-Banyuwangi

SURABAYA – Kepakan sayap PT Garuda Indonesia Tbk. (Garuda), di jalur internasional dari Surabaya terus dikembangkan. Minggu kemarin, perusahaan penerbangan plat merah ini kembali resmi membuka jalur penerbangan Surabaya-Jeddah.
‘’Potensi pasar penerbangan dari Jatim ke berbagai penjuru dunia sangat besar. Apalagi rute penerbangan Surabaya ke tanah suci,’’ kata Erik Meijer, Direktur Pemasaran dan Penjualan Garuda di Juanda Surabaya, Minggu kemarin.
Kehadiran Erik dan beberapa petinggi Garuda di Surabaya sekaligus memastikan dimulainya rute penerbangan komersial Surabaya-Jeddah. Penerbangan perdana jalur penerbangan berdurasi kurang lebih 6  jam itu dilakukan langsung Gubernur Jatim Soekarwo.
Menurut dia, sebagai bukti gemuknya pasar penerbangan Surabaya-Jeddah, Garuda menjadwalkan terbang sebanyak tiga kali dalam seminggu. Setiap penerbangan Garuda mengangkut 450 penumpang atau 1.350 penumpang dalam seminggu.
‘’Allhamdulillah, animo masyarakat Jatim cukup besar. Semoga perjalanan ibadah umroh semakin nyaman dengan penerbangan langsung dari Surabaya. Begitu juga saat haji nanti harapan kami juga begitu,’’ kilah suami artis Maudy Kusnaedi ini.
Erik menyebutkan, begitu tingginya nilai ekonomis jalur penerbangan dari Surabaya menjadikan Garuda ingin terus membawa nama Surabaya ke berbagai penjuru dunia. Artinya, jalur penerbangan dari Surabaya ke berbagai negara di lima benua akan terus dirintis seiring pesatnya perekonomian masyarakat Jatim.
‘’Sekarang ini, jumlah penerbangan Garuda dari Surabaya ke berbagai tujuan, baik luar atau domestic sudah mencapai 66 rute. Kita akan terus menambah rute baru karena animo penerbangan dari Surabaya terus berkembang,’’ janjinya.
Ditambahkan dia, selain rute luar negeri dalam waktu dekat Garuda akan menambah rute penerbangan domestik dari Surabaya. Jika tidak ada halangan, Mei nanti, Garuda akan memulai rute Surabaya-Banyuwangi-Denpasar, Surabaya-Jember, Surabaya-Medan, Surabaya-Ambon.
Sementara itu sebagai bukti besarnya potensi penerbangan dari Surabaya, Gubernur Jatim Soekarwo menyebutkan, saat ini, ada sekitar 800 ribu penumpang masih menunggu melakukan ibadah umroh. Jumlah ini belum termasuk penumpang yang melakukan penerbangan domestik dan luar negeri lainnya.
‘’Provinsi ini memiliki pasar penerbangan yang sangat besar. Tidak salah kalau Garuda terus menambah rute penerbangan dari dan ke Surabaya. Lihat saja kapasitas Bandar Juanda semakin dibesarkan semakin tidak mampu menampung animo calon penumpang,’’ tukas Pakde Karwo.
Digambarkan dia, potensi pasar penerbangan dari Surabaya itu dukung pendapatan masyarakat Jatim, yang kini mencapai US 2.990. Sinyalemen ini kian menguat manakala volume penerbangan domestik mengalami kenaikan sebanyak 13 persen dan internasional naik 17 persen.
Pasar di Jatim sekarang ini, lanjut Pakde Karwo, tidak hanya melayani masyarakat di 38 kabupaten/kota saja. Tapi juga melayani masyarakat dari Indonesia Timur. Kalau penerbangan diperbanyak masyarakat dari Kalimantan dan Sulawesi bisa langsung ke Jatim tanpa harus transit di Bandara Soekarno-Hatta.
‘’Ke depan, kebutuhan transportasi udara menjadi hal yang serius untuk dipikirkan. Sebanyak  31 persen perdagangan dalam negeri ada di Jatim, dan memerlukan efisiensi waktu dengan mengirim melalui kargo atau barang,’’ katanya.
Sementara itu data yang diperoleh MP dari PT Angkasa Pura I Juanda Surabaya menunjukkan,  pergerakan penumpang dari Surabaya ke berbagai daerah mencapai 48.370 orang per hari. Karena itu agar pelayanan tidak menurun, PT Angkasa Pura I Juanda Surabaya segera membangun landasan pacu atau runway baru.
‘’Di Tahun 2015 nanti, Detail Enginering Design harus selesai sebagai syarat untuk membuat satu runway baru. Di tahun 2018 kami membutuhkan triple runway yang akan menampung penumpang sebanyak 40 juta penumpang dari berbagai tujuan,’’ pungkas Pakde Karwo.  (has)