Bisnis Travel Haji Sambut Baik Rute Baru Garuda

MALANG – Minggu (13/4) lalu, Garuda Indonesia membuka rute penerbangan Surabaya – Jeddah. Rute baru tersebut membidik para penumpang perjalanan haji baik haji besar maupun umroh.
Langkah maskapai plat merah tersebut mendapat sambutan hangat dari pelaku bisnis travel umroh dan haji di Malang Raya karena rute tersebut akan memangkas waktu perjalanan bagi calon peserta haji.
Owner An Nahl Umroh dan Haji, Humaira Yasmin menuturkan, rute terbaru itu merupakan berita yang bagus, baik bagi biro perjalanan maupun bagi calon peserta. “Tentu menjadi terobosan bagi Garuda yang mulai melayani penerbangan tanpa connecting langsung dari Surabaya ke Jeddah,” tuturnya.
Dia menyebutkan, untuk di tempatnya baru menerima perjalanan umroh menggunakan Garuda ini per 25 Mei 2014 mendatang. Untuk  saat ini, An Nahl baru memberikan promonya. “Baru dirilis April ini untuk promo Surabaya-Jeddah tanpa transit,” beber dia.
Dia mengakui, secara prosentase untuk peserta umroh yang mendaftar di tempatnya selama ini sekitar 10-20 persen per bulan. Antara 3-4 kali penerbangan yang menggunakan Garuda, tetapi masih melalui Jakarta terlebih dahulu.
“Bedanya kan sekarang tanpa transit lagi hanya butuh waktu enam jam saja. Jadi bisa menghemat hingga satu hari perjalanan. Sebab, selama ketika transit kan pesawat tidak langsung terbang,” paparnya panjang lebar.
Meskipun demikian dia mengakui, belum berani berharap banyak dengan promo terbaru tersebut. Alasannya, sebagian besar penumpang lebih memilih menggunakan promo dengan penerbangan lain yang secara biaya lebih rendah.
“Garuda ini biasanya mengarah pada peserta dari kalangan menengah ke atas. Sementara, sebagian besar pasar di Malang sebaliknya. Namun dilihat nanti saja hasilnya ketika puncak perjalanan di bulan Juni-Juli,” tandas dia.
Di tempat terpisah, Manajer Basma Tour Umroh dan Haji Plus, Jefri Hadi menyampaikan hal yang serupa. “Tentunya bagus untuk perkembangan perjalanan ke tanah suci. Masyarakat sekarang semakin banyak pilihan,” ujarnya.
Sekalipun saat ini masih sedikit yang memilih perjalanan rohani via Jeddah, maka kedepannya berpotensi berkembang pesat. Selama ini, peserta umroh tujuan pertamanya pasti Madinah. Sementara bila melewati Jeddah, maka harus melakukan perjalanan darat sekitar lima jam. “Baru Jeddahnya saat terakhir, untuk pusat oleh-oleh,” urainya.
Minggu (13/4) lalu, Garuda Indonesia mulai membuka rute Surabaya-Jeddah tanpa transit di Jakarta. Direktur Pemasaran dan Penjualan Garuda Indonesia, Erik Meijer menyampaikan bila potensi penerbangan ini sangat besar di Jawa Timur.
Pada penerbangan tersebut, Garuda menggunakan pesawat jenis 747 seri 400 dengan kapasitas 454 penumpang. Dalam sepekan, Garuda melakukan tiga kali penerbangan ke Jeddah dengan jam keberangkatan pukul 06.40 WIB. (ley/fia)