Dealer Kompak Naikkan Harga Mobil

MALANG – Kenaikan harga otomotif tidak terelakkan. Terhitung April ini, hampir semua produsen kendaraan roda empat menaikkan harga jualnya mulai dari harga Rp 1 juta per unit.
Kepala Cabang Daihatsu Jolo Abadi Malang, AA Gede Wisnu Putra mengatakan, Daihatsu tidak luput dari kenaikan tersebut.
“Sudah dua minggu ini harga mobil Daihatsu naik. Mulai dari Xenia, Gran Max, Sirion hingga Terios,” katanya.
Menurutnya, di tahun 2014 ini Daihatsu sudah mengalami dua kali kenaikan harga. Pertama Februari lalu, dan berikutnya terjadi di bulan April ini. Faktor kuat yang membuat hal ini terjadi yakni kurs Rupiah terhadap Dollar AS yang bertahan sangat lama di atas Rp 11 ribu.
“Faktor utamanya kurs Rupiah. Kenaikan pertama di awal tahun lalu yang juga di kisaran Rp 1 juta terasa kurang memadai bagi penyediaan bahan baku mobil. Sehingga naik lagi di bulan ini,” beber dia kepada Malang Post.
Dia menyebutkan, All New Xenia kenaikannya mulai Rp 1 juta. Paling mahal pada unit Terios yang naiknya sebesar Rp 3 juta. Sementara untuk Sirion, pick up dan minibus masing-masing kenaikannya Rp 2 juta. Namun dia memastikan untuk tipe Ayla harganya tetap bertahan seperti tahun lalu, mulai dari Rp 86 juta. Pria asal Bali ini mengatakan, bila untuk low cost green car (LCGC), Daihatsu tidak berani merubah harga bila tidak sesuai persetujuan pemerintah. “Hanya Ayla saja yang harganya tetap,” tegas dia.
Sementara itu, hal yang sama juga berlaku pada pabrikan  Suzuki. Supervisor PT United Motor Centre (UMC), Dian Purnama menyampaikan, kenaikan telah terjadi sejak pekan lalu. “Sudah seminggu ini naik. Price listnya mengikuti harga yang sudah ditentukan,” bebernya.
Senada dengan Daihatsu, tipe Suzuki mengalami kenaikan antara Rp 1-3 juta. Tergantung seri mobilnya. Antara GA, GX, atau GL. Sebab, teknologi yang diusung berbeda-beda. Baik pada tipe Ertiga, Karimun Wagon R maupun pick up. Menurut Dian, kenaikan ini tidak mempengaruhi penjualan unit.
“Dari awal disampaikan kepada customer, bahwa harga tidak mengikat dan bisa berubah sewaktu-waktu. Sehingga customer paham dengan keadaan ini,” urainya.
Dia menambahkan, bila harga sudah naik maka tidak memungkinkan untuk turun lagi. Sebagai salah satu solusi agar Suzuki tetap menarik perhatian customer, nantinya Suzuki akan mempermainkan besaran diskon. Pada momen tertentu diskon akan lebih besar, seperti melalui cash back.
Terpisah, Supervisor Authorized Dealer Toyota Auto 2000 Sukun, Bachtiar Aji menuturkan, ada kenaikan, tetapi untuk tipe mobil yang sasarannya kelas atas. “Kenaikan di Toyota untuk tipe tertentu saja, untuk mobil yang 3000 cc ke atas,” tuturnya.
Dia mencontohkan, misalnya Toyota Alphard yang harganya mencapai Rp 1 miliar. Namun untuk Alphard tipe tertentu yang di bawah 3000 cc, belum ada kenaikan harga. Yang naik lain seperti Harrier dan Land Cruiser. “Tetapi pasar mobil itu di Malang Raya ini terhitung kecil. Contohnya Alphard, banyak yang memilih kelas 2400cc,” paparnya.
Aji meyakinkan, bila untuk penjualan seri 3000 cc pun di Malang Raya masih dihentikan. Alasannya, suplai mobil built up tersebut membuat indenan terasa lama, sekitar 2-3 bulan. “Jadi untuk Toyota sekarang masih belum ada kenaikan khususnya penjualan di area Malang Raya ini,” yakin Aji.
Beberapa waktu lalu, Branch Manager Chevrolet Malang, Arif Cahyono menyampaikan, jika Chevrolet juga akan mengalami kenaikan harga. “Lebih khusus untuk seri terbaru yang dilaunching April dan Mei, tetapi barangnya belum ada di Malang,” urai Arif. (ley/fia)