Berawal dari Hobi Ngopi Saat Mahasiswa

MASIH muda namun gila kerja. Itulah yang berada pada sosok Yudi Harianto, pemilik salah satu waralaba kopi yang keberadaannya hampir di semua kota besar di Indonesia ini. Kisahnya, kegandrungannya pada bisnis yang kerap menjadi lokasi kongkow ini juga dari pengalaman di masa muda.
“Awalnya memang ketika masih mahasiswa saya suka nongkrong. Seperti jadi inspirasi untuk memiliki bisnis seperti kedai kopi,” ujar Owner Coffee Break Indonesia tersebut.
Dia mengakui bila Coffee Break ini berawal dari kedai pinggiran. Setelah sempat gagal, Yudi tetap bersemangat untuk mengembangkan bisnis yang mengandalkan kopi sebagai menu favorit ini.
Usaha ini berdiri 2007 lalu dan terus berkembang, hingga akhirnya bapak satu anak ini mewaralabakan usahanya di tahun 2010. Kini, jumlahnya telah mencapai 36 di seluruh Indonesia. Diantaranya ada yang menjadi milik franchiser, namun ada juga yang masih milik pribadi.
“Jadi saya mengawalinya ketika masih berumur 25 tahun untuk Coffee Break. Kota lain seperti Palangkaraya, Pontianak, Samarinda, Bengkulu, Medan hingga Manado sudah ada gerai tersebut. Tetapi tetap pusatnya di Kota Malang,” tegas dia.
Sukses di tanah air, tidak membuat pria berusia 32 tahun ini cepat puas. Rencananya, dia hendak melebarkan sayap hingga ke negeri tetangga seperti Singapura. Selain itu, Yudi juga mengembangkan usaha lain. “Saya masih bercita-cita memiliki usaha properti dan kuliner selain Coffee Break,” tambahnya.
Saat ini, dia juga memiliki bisnis kuliner berupa resto dengan nama Lenong Rumpi. Untuk yang satu ini Yudi enggan mewaralabakan, sebab ingin dia kelola sendiri. Namun dia masih tidak menutup kemungkinan, bila konsep tradisional dari resto ini diminati oleh pebisnis di luar kota.
Di bisnis tersebut, Yudi juga bebas mengkreasikan aneka penawaran makanan dan minuman. Namun, dengan nama yang khas dengan tayangan televisi ini, resto tersebut mengangkat mengembangkan masakan khas Indonesia. “Tradisional tetapi disukai oleh orang modern,” yakin dia.
Tidak cukup sampai disitu, bahkan di bulan April ini, istri dari Sherly Novitasari ini pun sudah siap dengan bisnis makanan lagi. Kali ini, bakery menjadi sasarannya. Yudi mengusung nama Roti Bunz, dengan konsep lokasi seperti kedai roti yang dipadukan dengan minuman kopi.
“Soft opening sebelum akhir April nanti,”  ungkap pria alumnus Universitas Merdeka Malang ini, lantas tertawa.
Dia tidak memungkiri, semangat untuk giat berbisnis ini dari orang tuanya. Sejak kecil, dia sudah melihat kedua orang tuanya bahu membahu dalam berbisnis. Tak pelak, itu menular kepada Yudi, yang saat kuliah ternyata justru mengambil jurusan hukum ini.
“Ya memang bakat turunan tidak bisa dipungkiri. Begitu pula kegigihan, saya yakin ini juga berkat didikan orang tua,” imbuh pria yang kini tingga di Villa Golf Araya ini.
Terakhir, dia masih sangat bercita-cita untuk segera mengembangkan bisnis properti. Targetnya, sebelum pertengahan tahun ini Yudi hendak meresmikan pembukaan kantor properti di Jalan Rajakwesi. (ley/fia)