Jaga Sepatu Tetap Kering Kala Hujan

MALANG –  Kala musim penghujan, apakah sepatu Anda sudah aman dari guyuran air hujan? Bila belum, ada baiknya Anda memiliki jas sepatu hujan dari Cosh. Selain membuat aman sepatu Anda ketika berkendara maupun berjalan tatkala hujan, modelnya juga menarik layaknya sepatu boot.
Jas sepatu hujan Cosh ini bisa Anda dapatkan di tenant Rizkyku Moslem Shop yang kini tengah mengikuti pameran di Atrium Hall Malang Town Square.  Cosh sepatu hujan ini terdiri dari dua pilihan, yakni untuk anak-anak dan dewasa. "Untuk anak ukurannya antara S sampai L. Sementara untuk dewasa, antara M sampai dengan XXL. Paling besar bisa untuk sepatu berukuran 45," ungkap Sales Rizkyku Moslem Shop, Rahmatul Hamdiah.
Menurutnya, antara anak dan dewasa ukuran sepatunya berbeda, sekalipun sepatu hujan untuk dewasa pun terdapat yang berukuran L. "Standar ukurannya berbeda," tegas perempuan yang akrab dipanggil Rahma ini.
Dia menuturkan, ada lima pilihan warna yang bisa Anda pilih. Warna tersebut yakni merah, hitam, biru, kuning dan merah muda. Untuk sepatu hujan dewasa, kebanyakan berwarna hitam dan biru. Sebaliknya, sepatu hujan anak-anak dominan berwarna merah muda dan kuning.
Sepatu yang diproduksi di Bandung ini dijamin keawetannya. Sekalipun badan sepatu tidak terbuat dari karet atau kulit. "Bahannya seperti jas hujan anak-anak yakni parasit. Di bagian bawah terdapat sol berupa spon," tegas dia.
Dia menuturkan, selama pameran yang telah berlangsung sejak 8 April lalu ini, sepatu hujan itu diburu oleh masyarakat dan dari berbagai usia. Memang, dia mengakui anak-anak atau remaja yang paling menggemarinya.
"Tetapi tidak jarang bapak-bapak yang sudah dewasa, karena fungsinya untuk mengamankan sepatu dari air hujan," beber dia kepada Malang Post.
Rata-rata dalam sehari, sepatu yang dijual dengan bandrol Rp 40 ribu ini bisa terjual sebanyak 10 pieces. Bahkan saat akhir pekan, bisa mencapai 15 pieces dalam sehari. "Ini saja sekarang stoknya menipis. Mungkin karena setiap sore hujan, jadi banyak pengunjung mall yang membeli juga. Selain itu, yang jual juga masih jarang," pungkasnya. (ley/fia)