Pelindo ‘Lahirkan’ Anak Usaha Baru

Dalam rangka efisiensi dan efektivitas penyediaan tenaga alih daya serta penyediaan barang dan jasa penunjang lainnya yang diperlukan perusahaan, PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) (Pelindo III) membentuk anak usaha baru. Anak usaha baru PT Pelindo III tersebut adalah PT Pelindo Daya Sejahtera (PDS).
Kepala Humas PT Pelindo III, Edi Priyanto mengatakan bahwa pembentukan anak usaha baru PT Pelindo Daya Sejahtera diharapkan akan dapat menciptakan nilai tambah bagi perusahaan induk.
“Pendirian anak usaha PT Pelindo III tersebut dilakukan melalui akuisisi PT Persada Jasa Utama (anak perusahaan Koperasi Pegawai Pelabuhan Indonesia III (Kopelindo III) yang bergerak di bidang penyediaan jasa tenaga kerja dan jasa pemborongan serta penyediaan barang dan jasa penunjang perusahaan, dengan modal disetor sebesar Rp. 17,5 miliar dengan komposisi kepemilikan saham 90 persen PT Pelindo III dan sisanya sebesar 10 persen Kopelindo III,” urai Edi.
Pembentukan PT Pelindo Daya Sejahtera sendiri telah mengacu surat persetujuan akuisisi dan pendirian anak perusahaan PT Pelindo III dari Menteri BUMN nomor : S-701/MBU/2013 tanggal 22 November 2013.
Direksi PT Pelindo III menunjuk dan mempercayakan M. Khusnul Jakin sebagai Direktur Utama PT Pelindo Daya Sejahtera, pelantikan telah dilakukan di Auditorium Bromo lantai V Kantor Pusat Pelindo III pada hari Kamis 17 April 2014 lalu.
Sedikitnya 1.200 orang yang dipekerjakan di PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III akan dipindahkan pengelolaannya di bawah PT Pelindo Daya Sejahtera (PDS). Pengalihan tenaga kerja itu karena perseroan mendirikan anak usaha PDS yang khusus mengelola tenaga alih daya.
"Sekitar 1.200 orang itu dulu bekerja di bawah koordinasi koperasi dan dipekerjakan di Pelindo III. Karena perseroan membentuk usaha khusus terkait maka pengelolaannya dialihkan," jelas A Edy Hidayat N Direktur Personalia dan Umum PT Pelindo III.
Menurut Edy, tenaga kerja yang ditransfer, mayoritas di bidang pekerjaan penolong, seperti satuan tenaga pengamanan, tenaga pas pelabuhan, foto copy, cleaning service. Meski demikian selepas anak usaha baru itu berjalan maka pekerjaan lain seperti bagian tiket, sekretaris hingga sopir bisa dialihdayakan.
”Intinya pekerjaan yang bersifat penunjang bisa dialihdayakan. Tapi pekerjaan inti seperti pemanduan dan operator tidak boleh. Mereka ini punya klasifikasi yang tidak bisa sembarangan,” pungkasnya.(bjt/fia)