Kenailan Elpiji Tunggu Pilpres

PT Pertamina (Persero) punya rencana jangka panjang menaikkan harga elpiji 12 Kg bertahap mencapai harga keekonomian hingga semester II-2016. Termasuk pada Juli tahun ini akan ada kenaikan kembali, namun ditunda karena ada Pemilihan Presiden (Pilpres) 9 Juli 2014.
VP Gas dan Gas Domestik PT Pertamina Gigih Wahyu Irianto mengatakan perseroan telah memiliki roadmap atau rencana tertulis yang diserahkan kepada pemerintah terkait kenaikkan harga elpiji 12 Kg.
"Kalau mau menaikkan itu dibuat roadmap-nya lah. Kami mengirim surat. Kita akan mencapai harga keekonomian di 2016. Kapan naiknya kita belum tahu. Negara ini masih punya PR (pekerjaan rumah), Pemilu dan sebagainya," kata Gigih di acara temu wartawan di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Senin (21/4/2014).
Dalam roadmap, Pertamina akan menaikkan harga elpiji 12 Kg setahun 2 kali kenaikan. Namun pemerintah berharap agar kenaikkan elpiji 12 Kg tidak dilakukan secara mendadak dan tidak membuat gejolak di masyarakat.
"Nanti naiknya sekitar Rp 1.000-1.500 (per Kg). 6 bulan sekali, karena memang harus disosialisasikan," katanya.
Gigih mengatakan, pada tahun ini belum dapat ditentukan apakah ada kenaikkan kembali harga Elpiji 12 Kg. Menurut Gigih, masih banyak agenda politik pemerintah di 2014.
"Dalam suratnya (roadmap) itu Juli ada kenaikkan, tapi kan ada agenda Pemilihan Presiden, jadi ditunda. Tapi kalau melihat statistik yang ada itu yang inflasinya terendah," katanya.
Gigih tidak menyebutkan berapa kerugian Pertamina dalam menjual elpiji 12 kg per triwulan I-2014. "Dahsyat sekali ruginya. Coba dilihat dolar saja sudah Rp 11.000, CP Aramco itu nggak turun dari US$ 1.000," tegasnya.
Sebelumnya, pada 1 Januari 2014, PT Pertamina telah menaikkan harga elpiji 12 kg dari Rp 5.850 per kg menjadi Rp 9.809 per kg atau naik Rp 3.959/kg, harganya Rp 117.708 per tabung
Namun terhitung mulai Selasa 7 Januari 2014 ini harga elpiji 12 kg turun menjadi Rp 82.200 per tabung karena direvisi pemerintah. Harganya tidak lagi Rp 117.708 per tabung.
Selanjutnya, PT Pertamina (Persero) berencana menaikkan harga gas elpiji 12 kg pada 1 Juli 2014 sebesar Rp 1.000 per kg. Kenaikan harga gas tabung biru tersebut akan mengurangi kerugian Pertamina dari bisnis gas elpiji senilai Rp 500 miliar.(dtc/fia)