Konsumsi BBM Triwulan Pertama Meningkat Tipis

MALANG – Selama triwulan pertama 2014 ini, angka konsumsi BBM Subsidi di Malang Raya mengalami peningkatan. Hal ini berdasarkan catatan penyaluran Pertamina, secara total, untuk penyaluran premium naik satu persen. Sedangkan jenis solar naik hingga tiga persen bila dibandingkan dengan periode yang sama 2013 lalu.
Assistant Manager External Relation Marketing Operation Region V Jawa Timur, Heppy Wulansari mengakui, memang ada kenaikan di triwulan pertama ini. “Penyaluran atau konsumsi BBM Subsidi di Malang Raya yang meliputi Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu memang lebih banyak ketimbang tahun lalu,” ujarnya.
Menurut dia, triwulan pertama 2013 lalu, realisasi konsumsi premium sebesar 102.728 kiloliter. Sementara itu antara Januari hingga Maret 2014 ini, penyalurannya sudah mencapai 104.048 kiloliter.
“Rinciannya untuk tahun 2014 ini, Kota Batu  sebesar 8728 kiloliter dan Kota Malang sebesar 39.168 kiloliter. Untuk konsumsi paling besar tetap Kabupaten Malang, sebab wilayahnya paling luas dan totalnya sebanyak 56.152 kiloliter,” papar dia panjang lebar.
Sementara itu, untuk realisasi penyaluran BBM Subsidi jenis solar, prosentase kenaikan malah lebih banyak lagi. Peningkatannya mencapai 3 persen dan di awal tahun ini sudah mencapai 35.631 kiloliter. Untuk periode Januari hingga Maret tahun lalu, masih di angka 34.433 kiloliter.
Dia merinci, untuk realisasi konsumsi solar, Kabupaten Malang tetap paling besar mencapai 25.959 kiloliter. Kuotanya untuk wilayah yang dipimpin oleh Bupati Rendra Kresna ini hampir mencapai 70 persen. “Kota Batu hanya menghabiskan 1930 kiloliter dan Kota Malang 7742 kiloliter,” tambahnya.
Heppy menuturkan, kenaikan ini memang lazim akan terjadi setiap tahun karena pertumbuhan ekonomi dan kendaraan. Sekalipun demikian, untuk penyaluran BBM Subsidi Pertamina melakukan monitoring secara ketat. Tujuannya, agar realisasi hingga akhir tahun tidak melebihi kuota.
Masih menurut Heppy, untuk saat ini Pertamina masih belum mendapatkan kuota secara resmi untuk tingkat Kabupaten dan Kota. “Masih menunggu data resmi dari BPH Migas. Bila secara nasional kuotanya memang sudah ditetapkan. Tetapi tidak perlu kuatir, karena untuk penyaluran Premium dan Solar tetap lancar serta sesuai kebutuhan,” imbuhnya.
Sementara, untuk wilayah Region V Jawa Timur, triwulan pertama ini realisasi penyaluran solar mencapai 502.284 kiloliter dan premium sebesar 976.391 kiloliter. Kenaikannya, masing-masing empat persen dan satu persen. (ley/fia)