Flexi Segera Tamat

MALANG -  Masa hidup Flexi menunggu waktu. Begitulah yang dikatakan oleh Direktur Sales Telkomsel Mas’ud Khamid, saat ditemui Malang Post di sela-sela gelar acara Road Show New Telkomsel Poin, di Atrium Mall Olympic Garden (MOG) beberapa waktu lalu. Pria yang pernah menjabat sebagai direktur Flexi ini mengatakan, sejak dua tahun lalu pihaknya sudah tidak melakukan pengembangan apapun terhadap operator CDMA tersebut.
Salah satu alasan yang diberikan oleh pria berkacamata minus ini adalah, pabrikan yang tidak lagi memproduksi perangkat yang mendukung jaringan CDMA. Dia pun menjelaskan, Flexi diciptakan untuk meningkatkan spectrum Telkomsel. Berbasis CDMA, pihaknya berharap kehadiran Flexi mampu menarik banyak pelanggan. Upaya tersebut membuahkan hasil. Terbukti berbekal 5000 BTS  yang dipasang di seluruh Indonesia, pelanggan Flexi secara nasional lebih dari 10 juta, dalam kurun waktu 2 tahun.
Namun begitu, meskipun memiliki segmen pasar yang bagus, Flexi dinilai tidak akan mampu berkembang karena vendor perangkat telekomunikasi memilih untuk mengembangkan gadget berbasis GSM ketimbang CDMA.
 “Alasannya itu saja, perusahaan atau vendor tidak ada yang memproduksi perangkat CDMA, mereka fokus dengan perangkat GSM. Kalau perangkatnya tidak ada atau industrinya tidak support, lalu mau menggunakan apa?,’’ katanya.
Dia juga mengatakan, kalaupun banyak perangkat CDMA yang beredar saat ini, merupakan produk-produk lama. Dan produk-produk lama tersebut yang beredar tidak dilengkapi dengan spare part. Sehingga sudah pasti jika perangkat CDMA tersebut rusak, maka tidak bisa dilakukan perbaikan.
Lantaran tidak didukung dengan perangkat, yang mendukung, pihak PT Telkom juga tidak lagi mengeluarkan kartu perdana. Dia mengatakan, kalaupun masih banyak perdana Flexi yang beredar, itu merupakan produk lama yang masa hidupnya telah diperpanjang. “Kami sudah tidak lagi mengeluarkan stater pack. Kalaupun masih ditemukan di konter-konter itu produk lama juga,’’ katanya.
Namun begitu, Mas’ud mengatakan kepada seluruh pelanggan Flexi untuk tidak khawatir. Itu karena Telkomsel dalam waktu dekat akan mengeluarkan kartu perdana AS CDMA. AS CDMA ini merupakan kartu AS yang berjalan di jaringan GSM dengan tarif CDMA.
“Pelanggan bisa langsung melakukukan migrasi ke AS CDMA. Tentu saja, pelanggan harus mengganti perangkat CDMA nya menggunakan perangkat GSM,’’ urainya, sembari mengatakan AS CDMA ini akan dilaunching tahun ini.
Dia juga mengatakan, jika jaringan Telkomsel dengan 70 ribu BTS di seluruh Indonesia mampu menampung pelanggan Flexi yang melakukan migrasi dari Flexi ke AS CDMA. “Jelas sangat siap. Sementara untuk BTS Flexi yang tidak lagi optimal kami tarik ke pusat sebagai BTS cadangan,’’ tandas Mas’ud.(vik/fia)