Perjalanan Wisata Mulai Tinggalkan Masa Low Season

MALANG – Bisnis perjalanan wisata mulai meninggalkan masa low season di April ini. Setelah menurun dalam kurun Januari dan Februari, sedikit demi sedikit volume perjalanan wisata mulai mengalami peningkatan.
Hal tersebut diakui oleh Owner Arwana Tour Malang, Roy Alldila. Menurutnya, sejak Maret lalu permintaan perjalanan sudah mulai membaik. “Permintaan perjalanan wisata sudah mulai terjadi di awal Maret, tetapi waktu wisatanya setelah pertengahan bulan,” ujarnya.
Menurut Roy, untuk perjalanan wisata memang mengalami masa lesu di awal tahun. Sebab, masyarakat sudah total berlibur saat akhir tahun. “Biasanya Januari cuma di awal bulan saja masih ramai. Setelah itu sepi, selama Februari menjadi masa paling sepi hingga setengah bulan pertama Maret,” paparnya.
Dia mengakui, peningkatan perjalanan wisata di minggu terakhir Maret hingga April ini. Bila dibandingkan dengan Januari dan Februari, volumenya meningkat 200 persen. Malahan, untuk April ini menurut bapak dua anak tersebut, hampir setiap hari ada perjalanan wisata. Sementara bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, terjadi peningkatan sekitar 70 persen.
“Baik destinasi dalam maupun luar negeri pasti ada keberangkatan selama April ini. Untuk domestik Bali dan Yogyakarta paling mendominasi, sementara tujuan keluar negeri Singapura dan Tiongkok,” papar dia panjang lebar.
Dia menyebutkan, selama April ini saja, untuk ke Bali lebih dari tujuh kali keberangkatan. Sementara itu, tujuan Tiongkok tercatat empat kali. “Mei hingga Juni menjelang puasa malah semakin banyak lagi,” tegas dia.
Alasannya, untuk Mei nanti masa perpisahan bagi anak sekolah yang duduk di bangku SD, SMP dan SMA. Pada saat tersebut, diakui oleh Roy, menjadi masa panen bisnis perjalanan wisata. Apalagi, di tahun ini masa tersebut bersambung hingga jelang bulan puasa.
“Pasti semakin meningkat. Buktinya, kami sudah banyak permintaan untuk Mei nanti,” tambah Roy.
Terpisah, Manajer Panorama Express, Fox Sugiono menyampaikan bila volume perjalanan di tempatnya sudah jauh meningkat ketimbang Maret lalu. “Sudah 100 persen lebih bila dibandingkan dua bulan sebelumnya,” ujar dia.
Pria yang juga berbisnis properti ini menuturkan, jika 90 persen perjalanan keluar negeri. Selain kawasan Asia seperti Singapura, Thailand dan Malaysia, benua Eropa menjadi destinasi favorit.
“Jika yang dilihat untuk perjalanan wisata keluar negeri, maka Asia sebesar 30 persen, 50 persen Eropa seperti Inggris, Yunani, Italia dan Perancis. Memang selama ini paling banyak ke Eropa,” urainya.
Sementara untuk dalam negeri masih Bali dan Lombok yang jadi tempat favorit. Ditambah beberapa wilayah seperti Babel dan Raja Ampat. “Tetapi ini untuk keberangkatan Mei dan Juni, yang sudah memesan di April ini,” pungkasnya. (ley/fia)