Gebyar Seni Akhiri Satoes Akoe 100 Lakoe

MALANG – Seputaran Jalan Veteran jelang petang kemarin tampak semakin padat. Kendaraan mulai berjalan melambat ketika berada di depan Malang Town Square (Matos). Ternyata, di sana tengah berlangsung puncak acara seabad Kota Malang yang digelar oleh Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DPC Malang dengan gelaran seni budaya khas Malang.
Acara bertajuk Gelar Seni 100 Tahun Kota Malang ini dimulai pukul 17.00 WIB. Saat jam tersebut, selain kendaraan yang mulai melambat, pengunjung Matos dan MX Mall mulai merapat untuk menyaksikan acara.
Ketua APPBI Malang, Fifi Trisjanti menuturkan, puncak acara ini merupakan kegiatan mendadak dan tambahan. Pasalnya, APPBI tidak merencanakan gelar seni tersebut. “Sebenarnya, puncak acara seabad Kota Malang yang digelar APPBI dan bekerjasama dengan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Jatim ini sudah digelar di Lippo Batu pekan lalu,” tuturnya.
Namun, muncul permintaan dari masyarakat agar digelar lebih panjang. Misalnya, pemasangan gambar tempo dulu beberapa gedung di sepanjang Kayu Tangan. “Banyak kalangan seperti dari tenaga pendidikan untuk tidak mencopot gambar itu sebelum Hari Pendidikan Nasional,” beber dia kepada Malang Post.
Acara yang tahun ini mengusung tema Satoes Akoe 100 Lakoe tersebut diakuinya melampaui target dan benar-benar meriah. Sebab, anggota APPBI tidak berekspetasi semegah ini sebelumnya. Tetapi berkat support dari beberapa pendukung seperti Telkomsel dan Decofresh, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang, acara ini secara keseluruhan berbekas di mata masyarakat.
“Memang, usia seabad harusnya kegiatannya tidak terlupakan. Tahun ini, merupakan kali keempat bagi APPBI turut memeriahkan HUT Kota Malang,” urai Fifi.
Dia menambahkan, kegiatan seperti ini menunjukkan jika anggota APPBI sangat mencintai kota yang kini dipimpin oleh H. Moch. Anton tersebut. Selain itu, setiap acara yang digelar tidak melepaskan budaya Malang.
“Harus ada pembelajaran budaya, itu yang menjadi target kami. Sehingga, masyarakat maupun wisatawan bisa belajar sejarah Kota Malang pula,” papar dia panjang lebar.
Dia berharap, di tahun berikutnya support dari Pemkot bisa lebih lagi. Pasalnya, acara yang digelar ini juga demi kemegahan HUT dan bisa menarik pengunjung dari luar kota. Suatu bukti, Ketua APPBI BPD Jatim turut hadir. “Itu ada tamu dari APPBI Jawa Timur Riza I. Wibowo. Ini membuktikan ulang tahun Kota Malang juga menjadi perhatian,” tegas Fifi.
Sementara itu, dalam gelar seni yang berlangsung hingga malam kemarin, didukung penuh oleh Arema Ker, kelompok karawitan Kota Malang. Kemudian, mahasiswa Universitas Negeri Malang juga menjadi pendukung jalannya acara. Satoes Akoe 100 Lakoe ini ditutup dengan penampilan sekitar 500 penari yang bergantian tampil hingga pukul 21.00 WIB tersebut (ley/fia)