Tunggu Liburan, Kalstar Terbang 4x Seminggu

MALANG – Maskapai yang belum genap satu semester membuka rute Malang-Balikpapan, yakni Kalstar Aviation masih mencatatkan jumlah keterisian penumpang (load factor) di bawah target. Hingga akhir April lalu, Kalstar baru menggapai load factor sebesar 60 persen.
Branch Manager Kalstar Aviation Malang, Samsu Riswanto mengungkapkan, jika pencapaian ini masih di bawah target ketika memutuskan membuka rute Malang-Jakarta. “Awalnya, target Kalstar sebesar 80 persen bila dilihat dengan cost untuk pembukaan rute baru tersebut,” ungkapnya.
Menurut dia, angka ini memang terus menurun sejak pertama kali beroperasi. Medio Maret lalu, load factornya berada di angka 70 persen. “Nah ini sekarang malah turun lagi, empat bulan terakhir, rata-rata 60 persen,” beber dia kepada Malang Post.
Samsu menyampaikan, beberapa faktor menjadi penyebab rendahnya load factor tersebut. Antara lain low season yang berlangsung antara Februari hingga April lalu. Selain itu, harga tiket masih terkesan mahal di mata calon penumpang.
“Ada dua faktor utama yang menjadi perhatian manajemen terkait belum tercapainya target load factor Kalstar. Jika memang low season pasti mulai pertengahan bulan ini bisa naik. Berdasarkan masukan, tiket dinilai terlalu mahal,” papar dia panjang lebar.
Kendati pasar menilai harga tiket terlalu mahal, manajemen juga tidak berani terlalu menurunkan tarif yang sudah ditentukan. Sebab, dengan harga di kisaran Rp 700 ribuan ini merupakan harga standar bila dihitung berdasarkan operasional maskapai. “Untuk membuat harga di bawah itu, masih dalam pertimbangan,” terang Samsu.
Faktor rendahnya load factor ini juga berpengaruh pada jumlah flight Kalstar. Sejak 5 April lalu penerbangan dalam seminggu dikurangi intensitasnya. Setelah dalam kurun waktu hampir tiga bulan setiap hari ada penerbangan, kini Kalstar hanya memiliki empat flight di hari Senin, Rabu, Jumat dan Minggu.
“Untuk sementara ini Kalstar hanya empat flight dulu. Bila musim liburan bagi pelajar dan mahasiswa, yang mulai akhir Mei ini, bisa jadi kembali penuh,” urai pria ramah tersebut.
Menurutnya, load factor selama dua bulan kedepan akan dijadikan acuan untuk menentukan langkah Kalstar selanjutnya. Misalnya harga tiket hingga metode promo. “Masih ditunggu peak seasonnya,” tegas Samsu. (ley/fia)