My Express Malang Kejar Rp 3 Miliar di 2014

MALANG – Perkembangan pengiriman barang mengalami pertumbuhan setiap tahunnya. Hal inilah yang menjadi dasar bagi My Express untuk mengembangkan ekspansi bisnisnya mencapai 40 outlet di tahun ini dan salah satunya di Kota Malang.
Bisnis jasa ini di Kota Malang secara resmi beroperasi sejak sepekan terakhir. Sementara untuk soft launching berlangsung Selasa (7/5) kemarin, di Hotel Sahid Montana Malang. “Operasional sudah sejak sepekan lalu. Namun secara resmi hari ini kami kenalkan My Express kepada masyarakat,” terang Direktur My Express Cabang Otonom Malang, Ira Kristiana.
Menurut dia, bisnis ini untuk Cabang Malang saja mendapat target Rp 3 miliar. “Jadi dari pusat, untuk Kota Malang ini mendapat target besar dalam kurun waktu delapan bulan,” beber dia kepada Malang Post, di sela-sela Soft Opening My Express Malang, kemarin.
Menurutnya, My Express ini mencoba menjawab kebutuhan masyarakat dengan menjadi pionir menggabungkan bisnis payment point (PPOB), online shopping dan distribusi. “Kami siap melayani masyarakat baik secara personal, korporasi hingga retail direct selling, yang nyaman dan terbaik,” tandas dia.
Dia memastikan, untuk memberi kenyamanan pelanggan jasa tersebut coba diwujudkan dengan mengusung prinsip care, courtesy, dan capability.
Sementara itu, CEO My Express, Ari HK. Pane optimis dengan cabang baru ini. Apalagi, potensi bisnis di Malang Raya cukup besar. Selain itu, Kota Malang yang merupakan lokasi keenam dari ekspansi My Express ini.
“Selain Malang, yang sudah beroperasi seperti Jakarta, Yogyakarta, Solo, Semarang dan Surabaya. My Express yang berada di bawah naungan PT. Pusaka Cakra terus memaksimalkan ekspansi sejak pertama berdiri pada November 2013 lalu,” paparnya.
Menurut dia, di akhir tahun dia menargetkan 40 lokasi bisnis yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia. “Tujuan utama customer atau masyarakat bisa memilih produk My Express berdasarkan kebutuhan. Baik berdasarkan kecepatan pengiriman hingga besaran volume barang,” beber dia.
Secara nasional, My Express ditargetkan mengirimkan barang sebesar 21 ton per hari atau sekitar 7500 ton dalam setahun. “Targetnya memang tinggi, sebab My Express ditarget bisa mendampingi kompetitor seperti JNE,” imbuh Ari.
Untuk di Malang, dengan target sebesar Rp 3 miliar Ari meyakini hal ini mudah terwujud. Sebagai bukti, dalam tempo seminggu sejak pertama dibuka My Express Malang sudah mengirimkan 514 kilogram barang ke berbagai wilayah di Indonesia.
Sementara itu, dalam soft launching My Express kemarin, undangan dari berbagai intansi turut hadir. Misalnya dari kalangan perbankan, travel, perhotelan hingga media. (ley/fia)