Booking Tiket Lebaran Mulai Berdatangan

MALANG – Maskapai penerbangan mulai bersiap menghadapi peak season yang terjadi jelang lebaran dua bulan lagi. Selain menargetkan load factor (keterisian penumpang) tinggi, maskapai juga beradu strategi untuk memfasilitasi calon penumpangnya.
Dsitrict Manager Sriwijaya Air Malang, M. Yusri Hansyah menyebutkan, untuk persiapan pada momen tersebut disiapkan sejak tiga bulan sebelumnya. “Memang masih jauh, tetapi berdasarkan pengalaman tahun lalu, persiapan harus jauh hari,” sebutnya.
Tahun lalu, Sriwijaya telah menambah flight untuk masa tersebut. Terutama dalam kurun waktu H-3 lebaran hingga H+7 lebaran. Namun di tahun ini, yang disiapkan lebih dari satu. “Sriwijaya mengusulkan dua tambahan flight di saat puncak arus mudik dan arus balik. Sebab di tahun lalu dengan tambahan satu flight saja masih banyak permintaan yang tidak terfasilitasi,” beber dia kepada Malang Post.
Pria berkepala plontos ini menambahkan, dia optimis sekalipun tambahan flight yang rencananya menggunakan Boeing 737 seri 500 dengan kapasitas 120 penumpang tersebut sebanyak dua kali. Namun itu masih tergantung persetujuan dari otoritas pengelola bandara mengenai bisa atau tidaknya Sriwijaya menambah dua kali penerbangan.
Menurutnya, hingga saat ini permintaan tiket sudah tinggi saat arus balik yang berarti antara H+1 hingga H+7 lebaran. “Kurang lebih pemesanan sudah mencapai 50 persen. Untuk harga tiket dipatok dengan harga mulai dari Rp 900 ribuan,” tandas Yusri.
Terpisah, Sales and Marketing Garuda Indonesia Malang, Tosa Bobby Aldila mengungkapkan, strategi dari Garuda untuk menghadapi lebaran nanti juga sudah dimulai dari April lalu. Antara lain dengan mulai mengurangi jatah tiket promo.
“Agar tidak kecolongan dengan target tinggi saat peak season, sejak tiga bulan sebelumnya untuk promotion ticket mulai dikurangi. Kami coba setiap harinya maintenance kelas promo lebih maksimal. Promo saat mendekati lebaran diminimalkan,” papar Bobby panjang lebar.
Menurut dia, seperti tahun sebelumnya Garuda menargetkan load factor 100 persen ketika peak season lebaran yang jatuh di akhir Juli hingga awal Agustus. “Sedangkan di bulan Mei dan Juni yang juga sudah mulai memasuki masa liburan, targetnya 80 persen weekday, dan 90 persen ketika weekend,” ujarnya.
Sementara itu, Sales Manager Citilink Malang, Fajar Indra mengungkapkan, pesanan tiket saat lebaran mendatang sudah lebih dari 50 persen terutama saat arus balik. “Antara 29 Juli hingga 5 Agustus sudah sangat tinggi. Padahal Citilink membuka harga tiket pesawat mulai Rp 1,3 juta,” ungkapnya. (ley/fia)