Mendekati Bulan Puasa, Daging Ayam Bergerak Naik

MALANG –  Kurang dari dua bulan memasuki masa puasa, harga daging ayam broiler mulai mengalami kenaikan di Kota Malang. Kenaikan tak hanya terjadi di pasar tradisional namun juga terlihat di sejumlah supermarket.
Pedagang Daging Ayam di Pasar Besar Malang, Abdul Kodir mengakui, jika harga daging ayam broiler ini sudah mengalami kenaikan sejak tiga hari lalu. “Sudah tiga hari terakhir harganya Rp 28 ribu hingga Rp 30 ribu per kilogramnya di pasaran,” ujarnya.
Menurut dia, saat ini merupakan harga tertinggi dalam kurun waktu dua bulan terakhir. Sebelumnya, harga daging ayam broiler di kisaran Rp 23 ribu per kilogram hingga maksimal Rp 26 ribu per kilogram. Bahkan, harga tersebut terhitung tertinggi dalam kurun waktu tiga bulan terakhir.
“Harga terakhir sebelum naik ini Rp 23 ribu per kilogram. Dulu di awal tahun sempat menembus di atas Rp 30 ribu saat tahun baru. Tetapi terus menurun dan stabil di bawah Rp 25 ribu,” terang Kodir kepada Malang Post.
Menurutnya, kenaikan tersebut disebabkan harga ayam hidup yang juga naik mencapai Rp 4000 per kilogram. Sebelumnya, harga ayam yang masih hidup sebesar Rp 15 ribu per kilogram. Namun kini sudah mencapai Rp 19 ribu per kilogram.
“Informasinya, harga pakan ayam naik, sehingga berpengaruh pada ayam hidup. Selain itu, banyak permintaan keluar kota. Biasa, kalau tidak musim angin, pengiriman kebutuhan pokok pasti meningkat. Seperti harga telur yang juga naik,” papar dia panjang lebar.
Dia memperkirakan, harga ayam ini akan terus mengalami kenaikan. Sebab, pakem mendekati bulan puasa harganya pasti menjulang dan terus mahal setelah Idul Fitri melewati seminggu. “Bisa menembus antara Rp 35 ribu hingga Rp 40 ribu nanti,” tegasnya.
Terpisah, Divisi Manager Fresh Product Hypermart Malang, Budi Errianto menuturkan, jika harga ayam broiler kini mencapai Rp 34,5 ribu per kilogram. Sementara, untuk ukuran per ekor, dengan berat di kisaran 800 gram, harganya Rp 28,9 ribu.
“Di Hypermart terdiri dari dua ukuran. Jika memilih big broiler harganya dihitung per kilogram. Sementara pilihan satunya per ekor, tetapi ukuran kecil,” ujarnya.
Dia mengakui, harga ini meningkat ketimbang bulan lalu, ketika harga ayam big broiler pada posisi Rp 29 ribu per kilogram. “Hypermart ini patokan harganya tergantung supplier. Bisa jadi, di pembelian selanjutnya naik lagi,” tegas dia.
Pria yang akrab disapa Didik ini menyebutkan, setelah kenaikan ini, biasanya sangat sulit harga daging ayam untuk turun. Alasannya, sudah terlalu dekat dengan bulan puasa, dimana harga daging, baik daging sapi, daging ayam maupun daging kambing pasti melonjak. “Kalaupun turun, sepertinya langsung naik lagi beberapa hari kemudian,” tukasnya.
Sementara itu, Pengelola Rumah Pengepul Ayam (RPA) 29, Addiena M. Zaeni menuturkan, jika harga ayam hidup memang sedang melambung, kini dihargai Rp 19 ribu per kilogram. Beberapa faktor turut mempengaruhi seperti momen liburan dan musim hajatan. “Biasa, jika permintaan tinggi, maka harga juga naik,” ujarnya.
Selain itu, dari harga pakan ternak mengalami kenaikan, mengikuti perkembangan harga dollar dan kebutuhan untuk produksi. “Listrik kan turut berpengaruh pada produksi pakan ayam,” pungkasnya.(ley/fia)