BI Sosialisasikan Aturan Penggantian Uang Rusak

MALANG – Bank Indonesia Malang melakukan langkah aktif untuk meningkatkan pengetahuan para pelaku perbankan melalui kegiatan sosialisasi keaslian Rupiah kepada para teller dan help teller yang berada di wilayah Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang.
Kepala Unit Operasional Kas KPwBI Malang, I Dewa Putu Astadipura menjelaskan, pengetahuan mengenai keaslian Rupiah merupakan kegiatan tahunan yang bertujuan untuk menambah pengetahuan keuangan para teller dan help teller.
“Teller dan help teller di setiap bank sering berubah. Ada yang baru. Nah, staff baru ini sering kali memiliki pengetahuan yang masih minim,” tutur dia.
Ia menambahkan, selain menyosialisasikan keaslian Rupiah, acara yang digelar di Hotel Kartika Wijaya, Batu pada 9 dan 10 Mei lalu ini juga membahas mengenai evaluasi setoran dan bayaran bank, isu persiapan kebutuhan uang menjelang lebaran, hingga aturan penggantian uang rusak kepada 91anggota Forum Komunikasi Perkasan 2014.
“Sesi terakhir yang paling lama pembahasannya.Beberapa teller senior juga masih ada yang masih bingung dengan penggantian uang rusak. Di acara sosialisasi ini, dibahas dengan tuntas,” ucap Gede, sapaan akrabnya.
Ia menjelaskan, ada beberapa kerusakan uang yang tidak bisa diganti oleh bank, salah satunya adalah nomor seri yang tidak ada, atau uang yang kerusakannya parah seperti terbelah menjadi empat bagian.
“Memang penggantian uang bisa diarahkan ke kantor BI, namun alangkah baiknya jika bank juga bisa melayani penukaran uang rusak,” imbuh Gede.
Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia Nomor 6/14/PBI/2004 yang direvisi menjadi PBO No 9/10/2006 mengenai pengeluaran, pengedaran, pencabutan dan penarikan serta pemusnahan uang dijelaskan mengenai layanan penukaran uang Rupiah kepada masyarakat.
Dalam PBI tersebut, dijelaskan mengenai ketentuan penggantian uang rusak. Untuk uang kertas, dalam hal fisik dimana uang kertas yang kerusakannya masih mencapai 2/3 (dua pertiga) dari ukuran aslinya dan ciri uang dapat dikenali keaslianya maka BI akan menggantinya sebesar nilai nominal dari uang kertas tersebut.
Sebagai informasi tambahan, uang kertas yang rusak merupakan kesatuan dengan atau tanpa nomor seri yang lengkap dimana kondisi fisik uang kertas yang diserahkan oleh masyarakat tidak terdiri dari 2 bagian atau lebih dengan atau tanpa nomor seri yang lengkap.
Jika terbagi menjadi dua bagian dalam sebuah uang rusak maka disambungkan kembali dengan perekat sehingga menjadi satu kesatuan sebelum ditukarkan ke BI.
Kemudian untuk uang logam, dalam hal fisik uang logam lebih besar 1/2 (setengah) dari ukuran aslinya dan ciri asli uang dikenali keasliannya maka BI juga akan mengganti uang tersebut sesuai nominalnya.
Sementara itu, selain mengikuti sosialisasi, para peserta juga mengikuti kegiatan luar ruangan mulai dari futsal, permainan outbond seperti mengambil koin di dasar kolam, senam, dan masih banyak lagi.(fia)