OJK: Langkah Pemblokiran Tepat

MALANG – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengikuti perkembangan terbaru yang dialami Bank Mandiri dan nasabahnya. Pemblokiran beberapa rekening nasabah yang berpotensi menjadi korban skimming merupakan salah satu alternatif pencegahan untuk melindungi konsumen, dalam hal ini nasabah perbankan.
“Kami rasa memang itu langkah tepat yang dilakukan oleh Bank Mandiri. Tetapi untuk di Malang sendiri kami belum mengetahui atau mendapatkan laporan,” ujar Kepala Kantor OJK Malang, Indra Krisna.
Menurut dia, OJK sendiri belum bisa bertindak lebih lanjut, kecuali adanya pengaduan dari nasabah. Pasalnya, sesuai dengan tujuannya, OJK mampu melindungi konsumen dan masyarakat. “Tujuannya menciptakan sektor jasa keuangan yang adil, transparan dan akuntabel. Namun intinya, demi kepentingan konsumen,” ujarnya, kemarin (13/5).
Lebih lanjut menurut Indra, untuk permasalahan yang skalanya nasional seperti ini, masih menunggu arahan dari OJK pusat. Sebab, untuk lingkup Malang Raya sendiri belum ada indikasi korban atau nasabah yang merasa dirugikan.
Pria ramah ini menambahkan, langkah klarifikasi dari Bank Mandiri yang sudah diberitakan pula di media massa setidaknya menenangkan beberapa nasabah yang merasa takut ketika permasalahan itu terjadi. “Agar tidak terjadi keresahan yang lebih besar, memang sepatutnya manajemen mengeluarkan statement sembari melakukan langkah antisipatif,” papar dia panjang lebar.
Pria yang baru awal tahun ini datang di Malang tersebut menuturkan, selain permasalahan pembobolan rekening ini, sudah terjadi beberapa kasus cyber crime. Seperti adanya nomor call center palsu.
“Modusnya membuat kartu debit tertelan ketika bertransaksi di ATM. Kemudian, pasti nasabah bingung dan melihat call center yang sudah bukan aslinya,” tuturnya.
Setelah itu, sang pelaku kejahatan mulai menjalankan aksinya ketika nasabah telepon. “Umumnya terjadi di daerah yang kurang terjangkau keramaian seperti ATM di pom bensin yang jarang sekali ada penjagaan dari security,” tambah dia.
Berbeda dengan ATM yang berada di pusat perbelanjaan atau di sekitar kantor bank sendiri, lebih mudah pengecekannya. Setiap saat, selain security, manajemen juga bisa mengawasi. “Yang jelas dari kejahatan yang terjadi, bila di area keramaian potensinya kecil,” urai Indra.
Bila memang ternyata terjadi di Malang, dia menghimbau nasabah juga melakukan konfirmasi. Selain ke Bank Mandiri, juga bisa ke OJK untuk membantu mediasi dengan bank. “Tetapi semoga di sini tidak ada korban,” pungkasnya. (ley/fia)