Demi Keamanan, Bank Mandiri Blokir Rekening Kakap

MALANG – Dalam kurun waktu dua hari terakhir, nasabah Bank Mandiri dihebohkan dengan maraknya pemberitaan mengenai pembobolan yang terjadi di sejumlah rekening nasabah. Keadaan tersebut memantik upaya bank untuk melakukan pemblokiran beberapa ATM nasabah yang berpotensi menjadi sasaran cyber crime tersebut.
Sebelumnya, di Jakarta Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Nixon Napitupulu mengatakan, untuk mengantisipasi tindakan kejahatan yang muncul di bank, maka perseroan melakukan pencegahan dengan memblokir rekening nasabah.
 “Yang diduga terindikasi. Tindakan ini kami lakukan guna melindungi kepentingan nasabah dari penyalahgunaan oleh pihak yang tidak diinginkan,” ungkapnya seperti yang dilansir Malang Post.
Para nasabah Bank Mandiri cukup khawatir, salah satunya Juni Antoko. Mengetahui berita pembobolan rekening bank  plat merah tersebut, ia menyempatkan diri untuk mendatangi Bank Mandiri di Kota Malang untuk berkonsultasi, mengenai keamanan datanya.
“Awalnya, saya mendapat broadcast mengenai pemblokiran ATM. Lalu saya mencoba bertanya ke Customer Service Bank Mandiri terdekat,” ujar saat ditemui Malang Post di kantor Bank Mandiri, jl Kauman.
Customer Service (CS) Bank Mandiri, Restu Fuji Rahayu  memberikan penjelasan mengenai upaya yang dilakukan bank untuk melindungi keamanan nasabah, dimana pemblokiran rekening hanay dilakukan terhadap nasabah tertentu.
“Tidak untuk semua nasabah, hanya yang terindikasi dan berpotensi terkena penyalahgunaan,” jelasnya.
Restu mengatakan, sistem di Bank Mandiri mampu mendeteksi bila ada transaksi penarikan via ATM dengan nominal yang terhitung besar dan ada kriteria yang patut dicurigai. Misalnya penarikan terjadi di ATM yang jauh dari area nasabah, atau transaksi di lokasi terpencil. “Database nasabah seperti kebiasaan transaksi dimana kan bisa juga diketahui, jika mencurigakan Bank Mandiri memblokir ATMnya, bukan rekeningnya,” sebut dia.
Salah satu kriteria yang diblokir ATMnya yakni yang sering melakukan transaki, dengan saldo di rekeningnya yang di atas Rp 100 juta. “Walaupun tidak sampai sebesar itu, tetap saja harus waspada,” sebut dia.
Menurutnya, Bank Mandiri juga memberikan himbauan ketika ternyata ATM nasabah tidak bisa dioperasikan, maka diharap mendatangi kantor cabang terdekat untuk menukarkan kartu debit yang dimiliki. Sebab, kartu debit tersebut sudah diblokir dan nasabah akan diganti dengan kartu yang baru. Tidak ada biaya tambahan alias gratis.
Jika ternyata masih belum bisa langsung mendatangi kantor cabang, maka nasabah dihimbau untuk menghubungi call center dari Bank Mandiri di 14000. “Hanya itu call centernya, tidak ada yang lain. Jika terpampang nomor lain seperti terjadi di beberapa ATM perlu waspada,” ujarnya.
Selain pemblokiran terhadap beberapa ATM nasabah, Bank Mandiri juga melakukan langkah antisipasi dengan me-non aktifkan beberapa mesin ATM yang berpotensi digunakan untuk cyber crime.
“ATM yang tingkat keamanannya rendah sementara di non aktifkan. Salah satunya di SPBU,” pungkas dia.
Sementara itu, di jejaring sosial menunjukkan, jika salah satu artis yakni Julia Perez turut menjadi nasabah yang terkena blokir. Dalam akun Twitternya, @juliaperrez berkicau: “Mandiri Jupe diblokir. Ternyata banyak yang kena,” tulis Jupe. (ley/fia)