Cyber Crime Bank Mandiri Berlanjut ke Internet Banking

MALANG – Kasus cyber crime yang melibatkan Bank Mandiri terus merembet. Bila dua hari sebelumnya nasabah dihebohkan dengan pemblokiran yang dilakukan oleh pihak bank, kini penjahat yang beraksi di dunia maya turut mengerahkan upayanya, dengan mengirim email mengatasnamakan Bank Mandiri. Isinya meminta nasabah untuk upgrade akun Internet Banking.
Email Redaksi Malang Post tidak luput dari aksi penipuan tersebut Rabu (14/5) kemarin. Sekilas, isi email memang sangat serius dan hampir sama bila yang mengirimkan adalah customer service Bank Mandiri. “Email masuk seperti dari bank tersebut. Bila tidak jeli, alamat pengirim terbaca cs@bankmandiri.co.id. Tetapi kalau teliti, pengirimnya tercatat cs@bankmandri.co.id. Hanya kurang huruf i di kata mandiri,” ujar Sekretaris Redaksi Malang Post, Noer Adinda Zaeni.
Dalam email tersebut, nasabah diminta melakukan verifikasi ulang terhadap akun internet banking yang dimilikinya. Jika tidak, maka dalam waktu 24 jam, akun internet banking akan hilang. Untuk melakukan upgrade, nasabah diminta membuka lampiran yang ada pada email itu.
Saat lampiran dibuka, muncul tampilan Internet Banking Mandiri seperti layaknya yang terdapat dalam laman Internet Banking Bank Mandiri yang asli. Selanjutnya, nasabah diminta untuk mengisi user ID, PIN, Email dan nomor telepon. Yang janggal adalah pada alamat situs, tercatat bukan milik Bank Mandiri, melainkan ‘http://glomedalkesindo.com/005/p/indez.htm.’
“Seharusnya kan tertulis https://ib.bankmandiri.co.id/retail/ dan terdapat tanda lock berupa gambar kunci di ujung kiri kolom,” tandas Dinda, sapaan akrabnya.
Dia pun mencoba membuka alamat situs tersebut secara terpisah, justru yang muncul sebuah halaman dari PT. Global Medika Alkesindo, yang bergerak di bidang medical importer dan supplier.
Sebelumnya, ketika alamat tersebut terlihat mencurigakan, Malang Post mencoba menghubungi call center Bank Mandiri di 14000. Sebab, seperti anjuran selama beberapa hari terakhir ketika kasus penipuan yang melibatkan bank pelat merah tersebut, agar nasabah waspada dan tidak sungkan menghubungi call center.
Customer Service Bank Mandiri di sambungan 14000, Vaki menyampaikan, tidak ada pemberitahuan via email yang terjadi. “Bank Mandiri tidak sedang upgrade internet banking dan tidak mengirimkan email. Saat ini yang sedang update yakni rekening nasabah yang terindikasi menjadi korban kejahatan,” ujarnya.
Dia meyakinkan, karena tidak adanya perubahan data, maka nasabah diharapkan untuk mengabaikan pemberitahuan tersebut. “Diabaikan saja, itu salah satu bentuk penipuan,” tambah Vaki.
Menurutnya, saat ini Bank Mandiri memang sedang memblokir beberapa kartu debit nasabah kelas kakap. Untuk itu, bila nasabah merasa kartunya tidak bisa digunakan, diimbau mendatangi kantor cabang terdekat. Lebih lanjut, sesuai penjelasannya, ada beberapa nasabah yang mendapat konfirmasi terkait pemblokiran. ”Beberapa sudah dihubungi customer service. Akan tetapi untuk mempercepat langkah dan tidak didahului oleh tindak kejahatan, maka diblokir terlebih dahulu,” urainya.
Sementara itu, Kepala Otoritas Jasa Keuangan, Indra Krisna mengaku terus mengupdate berita mengenai kasus Bank Mandiri. OJK sendiri hanya bisa memberikan himbauan agar waspada. “Ya sama dengan bank, standar untuk pengamanan memang lebih baik langsung komunikasi dengan pihak bank. Apalagi, cyber crime sekarang makin beragam,” tandasnya.
Bila dulu seperti telepon atau SMS berhadiah, berlanjut dengan pembengkakan kartu tagihan kartu kredit, kini sudah merambah internet. “Waspada, seringkali ganti PIN ATM dan jangan sungkan untuk bertanya ke bank, apapun itu banknya,” pungkasnya. (ley/nda)