Urgent, Pimpinan Wilayah Turun Tangan

MALANG – Kasus yang menimpa Pimpinan Cabang BRI Kawi, Sulaeman Tahe  menjadi tersangka di Lubuklinggau, Sumatera Selatan dipastikan tidak mempengaruhi kinerja bank tersebut. Sebab, sudah ada mekanisme pengalihan wewenang kepemimpinan untuk sementara, ketika sang pejabat eksekutif tidak bisa lagi memimpin.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang, Indra Krisna menyatakan  kepada Malang Post bahwa pihaknya baru mengetahui permasalah ini. Dia  kemudian    memastikan bahwa  sekalipun BRI yang tergolong bank umum sedang tidak ada pemimpin cabangnya, tetap bisa beroperasi dengan normal.
 “Sudah ada mekanisme secara internal di BRI. Yakni ketika pejabat eksekutif atau pemimpin cabang tidak bisa lagi bertugas,” ujarnya kemarin.
Dipaparkan bahwa tidak lagi bertugas bisa berarti dalam masa tugas, sakit atau sedang berurusan dengan hukum. Dalam  Peraturan Bank Indonesia No.13/27/PBI/2011 tentang perubahan atas Peraturan Bank Indonesia No. 11/1/PBI/2009 Pasal 33 ayat 1 disebutkan, Bank dapat melakukan penunjukan sementara Pejabat Eksekutif dalam dua hal. “Pertama yakni a. adanya kekosongan Pejabat Eksekutif dan b. Pejabat Eksekutif yang ada tidak dapat menjalankan tugas selama lebih dari tiga bulan,” paparnya.
Indra Krisna menyatakan Peraturan Bank Indonesia tersebut, membolehkan adanya Penanggung Jabatan Sementara (PJS). “Tetapi tergantung kebijakan internal bank itu sendiri, dalam hal ini BRI,” ujarnya.
Menurut dia,  BRI sendiri ditangani langsung oleh OJK pusat di Jakarta, sesuai dengan keberadaan kantor pusatnya. “Jadi, bank seperti BRI, Mandiri dan BNI ini pengawasan langsung di Jakarta,” bebernya.
Lalu dia mencontohkan, berbeda dengan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang bisa diawasi oleh OJK Malang. Sebab, kantor pusatnya berada di Malang. Sementara untuk bank daerah seperti Bank Jatim, pengawasan di Surabaya.
Indra Krisna menegaskan  pilihan adanya PJS maupun dengan cepat mengganti ini tidak dalam kapasitas OJK maupun Bank Indonesia. “Bisa menunjuk Wapinca atau mengganti dengan segera,” tambahnya.
Menurutnya, jika memang ada perubahan sudah seharusnya segera dilaporkan kepada Bank Indonesia. “Tetapi, ini yang mengurusi OJK dan BI di pusat juga. Tinggal di daerah ini menunggu laporannya,” tandas dia.
Sementara itu, Pinwil BRI Malang, Mardiwibawa masih belum mengetahui kapan pastinya keputusan pergantian pimpinan cabang untuk BRI Kawi. Sebab, sekarang masih menunggu keputusan dari BRI pusat yang turut turun tangan untuk mengawasi kasus yang menimpa pegawainya ini.
“Yang jelas sekarang masih di bawah kendali Wapinca. Bila urgen, Pinwil sendiri bisa turun tangan untuk membantu memutuskan,” tegasnya. (ley/nug)