Mandiri Siap Jalankan Branchless Banking

Sejalan dengan peluncuran produk e-cash, PT Bank Mandiri Tbk menyatakan kesiapannya menjalankan branchless banking alias Layanan Keuangan Digital (LKD).
LKD adalah layanan jasa sistem pembayaran dan keuangan melalui kerjasama dengan pihak ketiga berupa agen. Direktur Ritel dan Micro Banking Bank Mandiri Herry Gunardi menjelaskan layanan LKD menggunakan sarana teknologi informasi seperti mobile based maupun web based menuju keuangan inklusif.
"Implementasi LKD adalah bentuk dukungan penuh terhadap inisiatif Bank Indonesia (BI) terkait program financial inclusion agar akses masyarakat, khsusunya yang belum berbank atau unbanked terhadap layanan perbankan dapat meningkat," kata Herry di Jakarta, Selasa (20/5/2014).
Menurut Herry, konsep branchless banking adalah bagaimana bank dapat menjangkau masyarakat hingga ke pelosok Tanah Air. Sebab, apabila bank harus menambah kantor cabang akan memakan biaya yang tidak murah. Oleh karena itu, bank perlu memiliki backbone, salah satunya berupa e-cash.
Layanan LKD ini mencakup antara lain kemudahan registrasi atau pembukaan rekening, transaksi tunai seperti setor dan tarik, membeli pulsa, serta transfer uang. Untuk transaksi yang sifatnya non tunai dapat dilakukan sendiri oleh nasabah melalui ponsel, sementara transaksi tunai dapat dilakukan melalui agen yang telah bekerjasama dengan bank.
"Kami sudah merekrut tenaga sales executive dan agen. Kami juga melatih calon tenaga lapangan itu, sehingga Bank Mandiri dapat segera mengimplementasikan LKD saat BI secara resmi menerbitkan peraturan teknis (yang tertuang dalam Peraturan Bank Indonesia atau PBI," jelas Herry.
Saat ini Bank Mandiri telah memiliki setidaknya 13 juta rekening. Dengan mengimplementasikan branchless banking dan layanan e-cash, diharapkan perseroan dapat menambah 1 juta rekening baru setiap tahun.(kps/fia)