Saving Bonds Ritel Banyak Peminat

MALANG – Keputusan Pemerintah Indonesia menerbitkan saving bond ritel seri SBR001 mendapat sambutan antusias. Terbukti, beberapa bank dan sekuritas sudah lunas menawarkan seri pertama untuk salah satu jenis obligasi tersebut.
Saving bond merupakan salah satu jenis obligasi yang dikeluarkan pemerintah dengan bunga tertentu dan pada periode tertentu. “Saving Bond Ritel di negara-negara maju, seperti Amerika adalah salah satu bentuk investasi yang umum dimiliki oleh rumah tangga, karena bunga yang menarik dan mendapat keuntungan pajak,” ujar Branch Manager PT SucorInvest Central Gani Malang, Kartono.
Potensi keuntungan yang didapat dari saving bond ritel adalah kupon (bunga) yang menarik dan dapat berinvestasi dengan jumlah yang minimum. Potensi kerugian dari saving bond ritel adalah resiko likuiditas. Hal ini berarti investasi saving bond tidak dapat dijual di pasar sekunder. “Artinya ketika seorang investor berinvestasi di saving bonds, maka investor akan mendapatkan modalnya lagi ketika tanggal jatuh tempo,” beber dia kepada Malang Post.
Sementara itu, produk SBR001 sudah ditawarkan mulai tanggal 2 Mei lalu sampai dengan hari ini. “Tetapi rata-rata sudah habis. Setiap bank atau sekuritas sudah terjual habis kuotanya. Seperti SucorInvest ini dapat jatah sebesar Rp 50 miliar dan ludes terjual,” papar dia kepada Malang Post.
Menurutnya, nilai minimum pemesanan adalah salah satu faktor larisnya SBR001 di pasar. Hanya dengan minimum Rp 5 juta, dan maksimum Rp 5 miliar. “Kupon yang ditawarkan bersifat mengambang (floating) dengan tingkat kupon minimal (floor). Nilai bunga sebesar  8,75 persen per tahun. Pemilik SBR001 akan dikenai pajak penghasilan untuk obligasi sebesar 15 persen,” papar dia panjang lebar.
Dia mencontohkan, untuk Bank OCBC NISP misalnya, mendapatkan jatah Rp 100 miliar. Informasi terakhir, sudah terjual hingga Rp 80 miliar. Begitu pula BNI dan Bank Mandiri, yang mendapatkan jatah lebih besar. “BNI menarget Rp 500 miliar. Total SBR001 yang dijual sebesar Rp 2 triliun dan tanggal 22 terakhir pemesanan. Lalu saving bond ritel ini akan diterbitkan 30 Mei nanti,” pungkasnya. (ley/nda)