Hotel Fully Booked

Perhotelan termasuk salah satu yang meraup keuntungan dengan adanya gelaran Penas Petani Nelayan XIV 2014 di Kabupaten Malang bulan depan. Tercatat, hotel sudah fully booked antara 7-12 Juni nanti, baik hotel berbintang maupun budget hotel.
Assistant Marketing Communication Manager Best Western OJ Hotel Malang, Ledya Shelfy mengakui, jika selama lima hari sejak tanggal 6 Juni hingga 11 Juni tidak ada kamar tersisa. “Penuh saat Penas nanti. Rata-rata semua hotel pasti penuh,” ujarnya.
Menurut dia, kepastian tingginya okupansi sudah didapatkan sejak awal Mei ini. Sehingga, untuk Penas yang waktunya berbarengan dengan liburan sekolah ini, hotel tersebut tidak bisa lagi menerima tamu. “Ya sudah penuh, walaupun tidak semua peserta Penas. Tetapi paling dominan dari acara itu,” beber Shelfy.
Terpisah, Assistant Public Relation Atria Hotel and Conference, Kadek Ayu Ery Ratnawati memastikan untuk hotelnya penuh antara 6-12 Juni. Bahkan, ballroom pun Atria juga sudah penuh pada masa tersebut. “Tidak hanya kamar, tetapi ballroom sudah full juga. Tidak hanya untuk acara Penas, ada juga grup lain,” tambah dia kepada Malang Post.
Tidak hanya hotel berbintang yang dipenuhi guest ketika adanya Penas yang akan dihadiri langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu. Hotel budget seperti Hotel Amaris juga sudah fully booked antara 6-9 Juni. “Untuk saat ini jelang Penas yakni 6 Juni dan selama tiga hari pertama saja, 111 kamar sudah terisi penuh,” tandas Assistan Hotel Manager Amaris, Sarwono.
Menurutnya, reservasi malah sudah terjadi sejak jauh hari. Sejak bulan Maret lalu, permintaan kamar mulai diterima oleh hotel. “Acaranya kan sudah ada tanggal pasti, jadi grup atau instansi pesannya rata-rata Maret dan April lalu,” urainya.
Sementara itu, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Malang, Herman Soemarjono menuturkan, sudah bisa dipastikan bila pada masa Penas hotel penuh. Pasalnya, peserta acara yang akan berpusat di Stadion Kanjuruhan Kepanjen ini diprediksi menghadirkan 40 ribu peserta. “Tidak hanya Jawa Timur tetapi seluruh Indonesia. Pastinya, untuk Kota Malang akan penuh kamar hotelnya. Kamarnya kan 3000an saja,” terangnya.
Tidak hanya di Kota Malang, penginapan pun merembet ke wilayah terdekat seperti Kota Batu, Tulungagung, Blitar dan Kediri. Hotel, home stay ataupun rumah warga di seputaran Kepanjen menuai berkah ini. “Infonya, untuk rumah warga juga sudah banyak yang diminta jadi tempat peristirahatan peserta,” tambah bos Splendid Inn tersebut.
Dia mengharapkan, meskipun ini masa peak atau panen bagi bisnis perhotelan, pengelola hotel agar berhati-hari. Layaknya imbauan Pemkab Malang, jika ada reservasi mandiri dari grup, pembayaran harus benar diperhatikan.
“Intinya, jangan sampai kecolongan ketika ada reservasi hanya dengan membayar uang muka saja tetapi pelunasannya masih belum. Kecuali, jika pesanan via Pemkab, sebab ada beberapa yang mempercayakan penginapan kepada panitia,” papar Herman panjang lebar. (ley/nda)