Kabut Tebal,Sriwijaya Delay

MALANG - Jadwal kedatangan dan keberangkatan pesawat dari serta ke Bandara Abd Saleh sempat terganggu Sabtu (31/5) pagi kemarin. Maskapai Sriwijaya menjadi korban delay, sebab kabut tebal menyelimuti wilayah sekitar bandara yang berada di kawasan Pakis ini.
District Manager Sriwijaya Air, M. Yusri Hansyah menuturkan, bila yang menjadi 'korban' adalah maskapainya. "Iya, hanya Sriwijaya yang terpaksa mengalami delay pagi ini. Tetapi tidak lama," tuturnya kepada Malang Post, kemarin.
Menurut dia, pesawat dengan nomor penerbangan SJ 250 untuk kedatangan terlambat 30 menit. Seharusnya, pesawat tersebut datang pukul 08.10 WIB, tetapi akhirnya landing di Abd Saleh pukul 08.40 WIB.
Hal ini berpengaruh pada jadwal keberangkatan Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ 251 yang seharusnya pukul 08.40 WIB, tertunda hingga pukul 09.10 WIB. Menurut Yusri, delay kemarin karena kabut tebal di udara sekitar bandara yang membuat jarak pandang hanya 2000 meter. Padahal, batas normal untuk penerbangan sebesar 4000 meter.
"Demi keamanan, otoritas bandara pun memutuskan penundaan hingga cuaca kembali normal. Sriwijaya sudah beberapa kali mengalami hal seperti ini untuk penerbangan di pagi hari," bebernya.
Pria ramah ini  mengakui, jika lokasi Abd Saleh yang berada di lembah Bromo dan dikelilingi beberapa gunung kerap kali membuat kabut tebal. Terutama, ketika akan terjadi pergantian musim dan musim penghujan.
Dia menambahkan, bila calon penumpang yang hendak berangkat ke Jakarta pun harus menunggu informasi dari update cuaca terbaru. Yusri menyampaikan, setiap 30 menit update weather tersebut disampaikan. "Untung hanya setengah jam delay-nya, sehingga penumpang tidak menunggu terlalu lama," tambah Yusri.
Ia juga memaparkan  jika delay seperti ini tergolong kondisi alam atau force majeur. Sehingga, seandainya ada penundaan lebih lama, maskapai tidak memiliki kewajiban untuk memberi ganti rugi kepada penumpang.
Terpisah, Manager Citilink Malang, Indra Fajar mengakui jika maskapainya aman. Citilink yang jadwal kedatangan dan keberangkatan sesaat setelah Sriwijaya, sudah terbebas dari kabut tebal. ”Citilink mendarat pukul 08.55 WIB dan terbang lagi pukul 09.25 WIB. Hanya jaraknya jadi lebih singkat dengan Sriwijaya,” tegas Indra.
Kepala Penerangan dan Perpustakaan (Kapentak) Lanud Abd Saleh-Pakis, Letkol Sus Sutrisno, dikonfirmasi terpisah menerangkan bahwa tidak ada penundaan penerbangan karena kabur tebal di pagi hari. Sebaliknya, pesawat Sriwijaya Air yang landing dari Jakarta, pun isa mendarat di Lanud Abd Saleh.“Tidak ada masalah. Sriwijaya Air tadi sudah tiba sesuai jadwal. Meski pun, agak molor sekitar pukul 08.40,” paparnya. (ley/sit/nug)