Kedungkandang Primadona Bisnis Rusunami

MALANG  – Pemerintah memutuskan untuk menghapus program rumah murah atau rumah sejahtera tapak (RST) per April 2015 mendatang. Kebijakan tersebut memantik developer untuk melirik bisnis rumah susun sederhana milik (rusunami) tahun depan sebagai bisnis potensial yang menunjang masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) memiliki hunian.
Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Real Estate Indonesia (REI) Tri Wediyanto menuturkan, menyusul kebijakan tersebut berdasarkan keputusan terbaru pemerintah yang dikeluarkan akhir April lalu, subsidi kredit pemilikan rumah (KPR) untuk RST tinggal setahun lagi.
“Pengembang yang saat ini terjun di rumah murah tersebut ditargetkan memaksimalkan penjualan di tahun ini dan bisa melirik bisnis properti lain begitu program rumah murah dihapus,” tuturnya.
Menurutnya, hal ini membuka potensi bisnis rusunami di tahun 2015. Bahkan, bisa lebih cepat dari itu, tahun ini sudah mulai berancang-ancang kesana.
“Rumah susun jadi bisnis berpotensi dan lirikan manis bagi developer,” papar dia kepada Malang Post.
Dia mencontohkan, untuk wilayah Kota Malang misalnya, beberapa lokasi yang akan menjadi lirikan seperti di Kedungkandang, Merjosari dan Lowokwaru. Sementara di Kabupaten Malang seperti di Kepanjen, Lawang dan Singosari.
Terpisah, Ketua Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Malang, Makhrus Sholeh juga meyakini hal yang senada. “Rumah susun dengan konsep kepemilikan atau biasa disebut rusunami pasti booming begitu program rumah bersubsidi dihapus,” terangnya.
Makhrus menilai, harga rusunami dianggap lebih terjangkau dan kompetitif karena harga RST naik dengan hilangnya subsidi. Patokan harga dari pemerintah untuk rusunami sebesar Rp 150 juta per unit terasa lebih menggiurkan dengan alasan berada di area yang ramai. Sementara, harga RST yang kini dengan subsidi dipatok Rp 115 juta per unit pasti jauh lebih mahal pasca penghapusan.
“Harga hunian jadi ditentukan oleh pengembang, pasti melebihi rusunami,” tegas Makhrus.
Dia pun mengakui, jika bisnis propertinya sudah berancang membangun rusunami di wilayah Kedungkandang.
“Properti saya pun sudah bersiap membangun rusunami tujuh lantai dengan jumlah 300 unit,” tambah bos Turen Indah Properti ini.
Investasi sebesar Rp 16 miliar siap digelontorkan untuk menyambut pasar baru di dunia properti tersebut.  “Saat ini masih dalam tahap pengurusan perizinan dan akhir tahun targetnya mulai pembangunan,” ujarnya. (ley/oci)