Indeks Menghijau di Awal Pekan

MALANG – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat tercatat fluktuatif mengawali bursa di pekan ini. Hingga akhirnya, IHSG mengakhiri perdagangan dengan menghijau sebesar 18 poin ke level 4912 poin.
Branch Manager PT SucorInvest Malang, Kartono menyebutkan, perdagangan awal pekan ini belum stabil, tetapi arahnya positif. “Walaupun masih naik turun, arah perdagangan selalu naik,” sebutnya.
Menurut dia, pada perdagangan pagi kemarin (2/6), IHSG naik 7 poin atau 0,14 persen ke level 4.900 poin. Awal yang tipis, pasca banyaknya hari libur di pekan lalu. “Minggu lalu masih susah untuk dijadikan acuan, karena setelah sehari buka, sehari tutup, buka lagi, tutup lagi,” terang dia kepada Malang Post.
Sehingga, pada awal pekan ini, pelaku pasar cenderung menanti catatan ekonomi pekan ini. Apalagi, pemerintah juga merilis inflasi di pekan ini, dan itu bisa mempengaruhi lantai bursa di hari berikutnya.
“Tetapi akhirnya, IHSG bisa naik 18 poin, setelah melewati perdagangan yang fluktuatif. Investor asing masih berperan besar dengan banyak membeli saham,” terang pria yang akrab disapa Nando tersebut.
Dia menganalisa, perdagangan hari ini sebenarnya masih menguatirkan bagi pedagang. Pasalnya, koreksi dalam yang terjadi di pekan lalu dan membuat IHSG turun di bawah level 4900 poin. Kemarin, titik terendah saham pada posisi 4875 poin, sebab masih ada juga aksi jual dari investor lokal. “Untungnya investor asing masih beranggapan positif dengan berburu saham,” tandas Nando.
Catatan perdagangan seharian kemarin menunjukkan bila saham komoditas dan konstruksi banyak yang dilepas. Sebaliknya, consumer good dan perbankan merupakan incaran investor asing. Transaksi investor asing  tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 848,85 miliar di pasar.
Rekap perdagangan secara keseluruhan menunjukkan keramaian dengan frekuensi transaksi sebanyak 208.357 kali pada volume 5,573 miliar lembar saham senilai Rp 5,949 triliun. “Sebanyak 118 saham naik, 193 turun, dan 72 saham stagnan,” imbuhnya.
Saham yang tercatat menghijau seperti Unilever dan Indo Tambangraya. Sementara, untuk saham yang turun dalam seperti Matahari dan HM. Sampoerna.
Sementara itu, nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah di posisi Rp 11.770 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 11.600 per dolar AS. Rupiah akhirnya takluk di hadapan dolar AS di posisi Rp 11.721. (ley/fia)