CPO Melambung, Harga Minyak Goreng Terkerek Naik

MALANG – Sejak awal bulan lalu, beberapa harga sembako mengalami kenaikan. Tidak terkecuali minyak goreng, baik untuk minyak goreng curah di pasar tradisional maupun minyak goreng kemasan yang biasa dijual di pasar modern.
Store Manager Giant Plaza Araya, Sungkowo menyampaikan, jika kenaikan harga minyak goreng kemasan di Giant sudah naik sejak awal Mei. “Harga yang kami dapat dari supplier sudah lebih mahal sejak awal bulan lalu,” ujarnya.
Menurut dia, kenaikan harga minyak goreng tersebut mencapai Rp 2000 per liter. Minyak goreng yang biasanya dijual dengan bandrol mulai Rp 11 ribu per liter kini sudah mencapai Rp 11 ribu per liter. Sementara itu untuk minyak goreng ukuran dua liter, kini sudah sulit ditemukan harga di bawah Rp 25 ribu per dua liter.
“Harga tersebut kami patok ketika ada promo di akhir pekan. Itupun dengan harga di atas Rp 20 ribu per dua liter. Sebelum ada kenaikan ini, saat promo JSM (Jumat, Sabtu, Minggu), bisa di bawah Rp 20 ribu per dua liter. Sekarang sudah tidak bisa,” papar Sungkowo panjang lebar.
Sekalipun demikian, tidak ada penurunan minat customer Giant untuk membeli minyak goreng. Harga di atas Rp 25 ribu per dua liter pun masih menjadi buruan. Sebab, salah satu merek minyak goreng, ada yang harganya menembus Rp 32 ribu per dua liter. “Itu harga jual kami kepada customer. Kenaikan dari suplier sebesar 10-20 persen ya kami sesuaikan. Jika JSM, habis lebih dari 100 karton, untuk weekday sekitar 30 persennya,” tandasnya.
Sementara itu, Store Manager Super Indo Langsep, Rudiantok menjelaskan, bila kenaikan ini sudah terjadi hampir sebulan terakhir. Harga promo terakhir di Super Indo pun dipatok Rp 21,9 ribu per dua liter. “Harganya sudah naik, tidak berani mematok di bawah itu,” jelasnya.
Dia menyebutkan, salah satu solusi di tempatnya untuk tetap menjaga minat customer ketika harga naik seperti saat ini dengan mengurangi intensitas harga promo. Selain itu, untuk harga jual juga tidak dipatok terlalu tinggi. “Ada perhitungannya dari kami, seperti mengurangi promo, dan tetap menjaga harga agar naiknya tidak terlalu terasa,” tambah dia kepada Malang Post.
Menurutnya, kenaikan kali ini tidak hanya jelang Ramadan. Akan tetapi, harga bahan baku atau kelapa sawit yang naik dan membuat Crude Palm Oil (CPO) juga melambung. “Otomatis, minyak goreng mahal sekarang,” tegasnya.
Sementara itu, harga minyak goreng curah di pasar tradisional pun mengalami kenaikan. Pantauan Malang Post, di Pasar Besar Malang harga minyak goreng curah di kisaran Rp 12 ribu per kg. Padahal, sebelumnya masih di kisaran Rp 10 ribu per kg. (ley/fia)