Manulife Optimalkan Peserta DPLK PPUKP

MALANG – Perusahaan Asuransi Manulife Indonesia berhasil mencatatkan pertumbuhan bisnis hingga 53 persen pada sektor employee benefits selama 2013. Raihan tersebut membuat Manulife semakin berkomitmen untuk mengoptimalkan pasar Program Pensiun untuk Kompensasi Pesangon (DPLK PPUKP) di tahun ini.
Vice President Head of Employee Benefits Distribution Manulife Indonesia, Karjadi Pranoto mengungkapkan, peluang di sektor program pensiun sangat besar. “Potensi pasarnya menjanjikan, sehingga dengan catatan tahun lalu melalui sektor employee benefits, maka tahun ini optimis semakin besar lagi,” ungkapnya.
Menurut dia, berdasarkan data statistik dari 22 juta perusahaan di Indonesia, hanya 7,5 persen saja yang mengerti program pensiun. Padahal, jumlah tenaga kerja mencapai 121,2 juta.
“Untuk itulah Manulife melalui program DPLK PPUKP yang kami kenalkan November 2013 lalu sebagai salah satu jawaban kebutuhan perusahaan dalam hal penyediaan dana kompensasi pesangon. Hal ini penting untuk memberikan kepastian hidup karyawan ketika tidak lagi bekerja di suatu perusahaan,” papar dia panjang lebar.
Manfaat program pun untuk perusahaan dan karyawan. Pada sisi perusahaan, selain memberi solusi arus kas, juga untuk nilai tambah perusahaan di mata karyawan. Sebaliknya, karyawan mendapat jaminan hari tua dan pendanaan pasti dari pemberi kerja.
“Tidak perlu lagi takut ketika ada pengurangan karyawan. Kasus Batavia Air yang hingga kini belum tuntas pemberian pesangonnya sebagai suatu contoh. Sementara yang sudah siap, seperti PT HM. Sampoerna,” bebernya kepada Malang Post.
Menurutnya, selama kurang lebih enam bulan program DPLK PPUKP ini dijalankan, raihan dana sudah mendekati angka Rp 200 miliar. Jumlah tersebut, sekitar 30 persen dari total pencapaian employee benefits di angka Rp 600 miliar.
“Posisi terakhir hingga akhir Mei. Padahal target kami untuk tahun ini baru di angka Rp 200 miliar, jadi hampir terlampaui,” tambah pria yang akrab disapa Otty ini.
Dia menuturkan, bila dilihat dari jumlah perusahaan, ada sekitar 60 perusahaan yang bergabung dalam tempo enam bulan. Sekitar 15 persen berasal dari wilayah Malang. “Jumlah ini menunjukkan potensi wilayah Malang, karena banyak perusahaan besar di sekitar Malang Raya dan Pasuruan. Kurang lebih sekitar Rp 10 miliar dananya,” tuturnya.
Sementara itu, Senin (3/6) kemarin, Manulife Indonesia mencoba memberikan sosialisasi kepada perusahaan mengenai pentingnya persiapan dana pensiun ini melalui program DPLK PPUKP dan berlangsung di Hotel Harris Malang.
“Pasca acara ini atau untuk semester kedua nanti, dana kelolaan DPLK PPUKP area Malang ditargetkan bertumbuh hingga 30 persen,” pungkas Otty. (ley/fia)