Kontribusi Mail dan Parcel, Omzet PT Pos Tembus Rp 110 juta

MALANG – PT Pos Indonesia (Kantor Pos) Malang beradu strategi di tengah ketatnya bisnis persaingan jasa pengiriman surat dan barang. Salah satunya, di tahun 2014 ini, Kantor Pos Cabang Malang memaksimalkan keberadaan Agen Pos untuk memperoleh omzet mail dan parcel. Tercatat, di bulan ini omzet agen pos meningkat mencapai Rp 110,7 juta.
Manager Penjualan Kantor Pos Malang, Rusdianto menyebutkan, raihan di bulan Mei ini paling besar selama 2014 ini.
“Agen Pos ini semakin terasa keberadaannya. Di bulan Mei ini, memberi sumbangsih hingga 7 persen dari keseluruhan omzet mail dan parcel di bulan ini,” sebutnya.
Menurut dia, untuk bulan sebelumnya omzet dari Agen Pos yang tersebar di Malang Raya ini masih di bawah Rp 100 juta. Tepatnya, sebesar Rp 95 juta. Peningkatan sebesar 17 persen menunjukkan pertumbuhan dari omzet Agen Pos tersebut.
Sementara, ketika awal tahun, omzet Agen Pos yang kala itu masih di bawah 30 agen masih sebesar Rp 62 juta saja. “Sudah hampir meningkat dua kali lipat bulan ini. Itu artinya, potensi agen semakin membaik tiap bulannya,” beber Rusdi, sapaan akrabnya.
Lebih lanjut dia merinci, bila pada sisi mail, berturut-turut pencapaian mulai dari Januari hingga Mei sebesar Rp 35,8 juta, Rp 42.7 juta, Rp 46,7 juta, Rp 51,8 juta dan Rp 60,9 juta. Sementara untuk omzet parcel, mulai dari Rp 26 juta di bulan Januari, meningkat tipis di bulan Februari sebesar Rp 26,9 juta dan Maret sebesar Rp 36,1 juta. Sedangkan April dan Mei masing-masing tercapai Rp 43,1 juta dan Rp 49,8 juta.
“Total omzet mail sebesar Rp 237,9 juta dan parcel sebesar Rp 181,9 juta.  Selama lima bulan, bisa mencapai Rp 419 juta,” tambah dia kepada Malang Post.
Dia menambahkan, tahun ini Kantor Pos Malang menargetkan 100 Agen Pos bisa berdiri. Cukup mudah untuk menjadi agen, diutamakan lokasi tidak berdekatan dengan cabang Kantor Pos maupun Agen Pos. “Yang pasti peralatan komputer dan line telephone. Tinggal mengajukan ke Kantor Pos dengan permohonan tertulis,” papar dia panjang lebar.
Selanjutnya, Kantor Pos yang akan mensurvei kelayakan dan bila disetujui berlanjut dengan perjanjian kerjasama. Terakhir, ada pelatihan mengenai standar pelayanan dan pengoperasian. Agen Pos akan mendapatkan komisi 20 persen dari total biaya pengiriman bila mencapai omzet Rp 1 juta per hari. Bila di bawah itu, komisi sebesar 15 persen. “Jika di bawah Rp 500 ribu, komisinya sebesar 10 persen. Lumayan, jika dalam sehari Rp 500 ribu kan komisinya sebesar Rp 50 ribu,” pungkas dia. (ley/oci)