OJK Masyarakatkan Bank Syariah

MALANG – Konsep dasar perbankan syariah adalah penerapan prinsip atau nilai Islam dalam aktivitas kelembagaan ekonomi. Akan tetapi, masyarakat masih belum begitu paham mengenai hal tersebut, dan terkadang tidak yakin dengan pelayanan bank syariah dan lebih memilih bank konvensional (bank umum)
Padahal, keberadaan perbankan syariah di Indonesia didasarkan pada Undang-undang no. 21/2008 tentang Perbankan Syariah yang meliputi Bank Umum Syariah (BUS), Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) dan Unit Usaha Syariah (UUS).
“Undang-undang terdiri dari 13 bab dan 70 pasal. Isinya seperti ketentuan umum, asas, tujuan, dan fungsi. Perizinan, bentuk badan anggaran dasar dan kepemilikan, jenis dan kegiatan usaha hingga sanksi dan ketentuan pidana,” ujar Departemen Perbankan Syariah OJK, Setiawan Budi Utomo.
Berdasarkan pada hal tersebut, OJK mencoba memberikan pengetahuan perbankan syariah dalam seminar sehari. Departemen Perbankan Syariah OJK bekerjasama dengan Fakultas Ekonomi UIN Syaiah menggelar seminar dengan tema ‘Membangun Kesadaran Berekonomi Syariah’, Selasa (10/6) kemarin di Gedung Rektorat Lantai 5 UIN Maliki Malang.
Menurut dia, sistem perbankan syariah menganut bentuk keadilan riba. Yang mana dalam bisnisnya tidak ada riba, maysirm gharar, kedhaliman dan keharaman. “Penerapan ekonomi Islam akan mewujudkan kebahagiaan dunia dan akherat,” terang dia.
Sementara itu, Direktur Pengawasan Bank Syariah Region III Jatim, Bambang Widjanarko menyampaikan, bila OJK sudah memiliki blue print untuk percepatan share perbankan syariah, baik di Jawa Timur maupun secara khusus di Malang.
“Rencana ini coba kami maksimalkan dalam waktu 9 tahun, untuk menggapai target marketshare perbankan syariah mencapai 20 persen pada 2023,” ujarnya.
Untuk saat ini, market share perbankan syariah masih terhitung kecil, yakni 5,18 persen. Posisi tersebut merupakan catatan pada triwulan pertama 2014 ini. “Sedangkan untuk nasional, angkanya masih 4,8 persen,” tambah dia.
Itu artinya, pertumbuhan nasabah perbankan syariah di Malang ini masih lebih besar ketimbang nasional. “Malang ini menjadi salah satu kota berpotensi untuk pertumbuhan perbankan syariah. Jadi perlu pengenalan di lembaga pendidikan seperti kampus seperti ini,” terang Bambang.
Ditemui di tempat yang sama, Pemimpin Cabang BTN Syariah Malang, Amtsal Yusphin mengakui bila dengan rancangan OJK, secara otomatis membantu kerja bank syariah dalam hal berpromosi. Pasalnya, selama ini sebagai salah satu lembaga penyimpanan dengan konsep yang kalah familiar ketimbang bank umum, hasilnya masih terasa belum maksimal.
“Pastinya ini membantu pengenalan perbankan syariah kepada masyarakat. Terlebih, bila target market share bertumbuh dari tahun ke tahun,” sebutnya. (ley/fia)