Hino Penetrasi Pasar Kargo Jatim

Terus melemahnya bisnis tambang di tanah air, memaksa PT Hino Motors Sales Indonesia (Hino) terus menyiasati pasar angkutan truk. Salah satunya dilakukan Hino dengan meluncurkan produk FC 190 J di Jatim.
‘’Harapan kami, dengan produk terbaru ini, market share Hino di Surabaya untuk kategori sedang bisa mencapai 66 persen. Karena kebutuhan angkutan barang dan makanan begitu tinggi,’’ kata Hiroo Kayanoki, Presdir Hino saat peluncuran F190J di Surabaya, akhir pekan kemarin.
Menurut Kayanoki, F190J diproyeksikan bisa menyerang kekuatan merk lain baik di kelas II maupun  III. Karena truk dengan teknologi common rail dan diklaim irit bahan bakar ini kelasnya ada di tengah-tengah.
‘’Hino sendiri juga memproduksi truk kelas II dan III. Tetapi, untuk memberi pilihan konsumen sengaja kami luncurkan truk dengan kelas di tengah-tengahnya. Kelas II daya angkutnya 8 ton dan kelas III daya angkutnya 15 ton,’’ paparnya.
Dari data yang dihimpun MP menyebutkan, tahun 2013, Hino mampu melepas 6.844 unit truk kategori II dan III. Secara rinci, penjualan kelas III untuk truk bus mencapai 2.778 unit dan kelas II terjual 1.709 unit.
‘’Pangsa pasar total truk di kedua kelas itu, tahun 2013, mencapai 19.535 unit. Data ini termasuk penjualan semua merek sesuai yang dikeluarkan Polda Jatim,’’ papar Onny SB Wibowo, Marketing PT Catur Kokoh Mobil Nasional, Surabaya.
Sementara itu penjualan di tahun 2014 ini kondisinya juga tidak banyak bergerak. Selain industri tambang, pelaksanaan Pemilu pun juga melemahkan omset penjualan truk. Baik di kelas II dan III di wilayah Jatim.
Pangsa pasar kelas III di Jatim, tahun ini, kenaikannya tidak begitu besr dibanding tahun 2013 lalu. Tahun ini, tiga produsen truk di kelas III harus berebut kue yang hanya 6 ribu unit. Dari jumlah itu selama Januari-April pasar telah menyerap 1.074 unit.
Sedang di kelas II, antara Januari-April penjualan total kelas II mencapai 3.986 unit. ‘’Di kelas III Januari-April kami menguasai 61 persen dengan menjual 567 unit. Dan di kelas III kami mampu memasok 15 persen atau terjual 603 unit,’’ kata Onny.
Sementara itu ditempat yang sama, Irwan Barlian, GM Sales Hino menyebutkan, pertumbuhan pangsa pasar truk kargo di Surabaya mencapai 59,03 persen.Pertumbuhan tidak lain disebabkan menurunnya kebutuhan truk tambang ke truk kargo. Kondisi inilah kemudian dijadikan acuhan Hino untuk melakukan penetrasi pasar di Surabaya.
‘’Sejak pelarangan ekspor  bahan tambang, bisnis truk tambang mineral dan batu bara mengalami penurunan. Awalnya Hino handal di bidang tambang, lalu kami coba alihkan ke segmen bisnis kargo,’’ rincinya.  (has)