Jelang Pemilu, Order Percetakan Naik 2 kali Lipat

MALANG – Bisnis percetakan mengalami lonjakan pemesanan digital printing jelang Pemilu Presiden (Pilpres) yang berlangsung Juli mendatang. Produk seperti bando, baliho, banner hingga spanduk membuat produksi offset meningkat tajam, khususnya sejak awal Juni ini.
 
Owner Bintang Offset and Printing, Sunaryo Santoso menyebutkan, jika pemesanan gambar-gambar promosi ini meningkat dalam kurun waktu 10 hari terakhir.
“Paling tinggi memang di bulan ini. Walaupun di akhir Mei lalu sudah mulai ada pemesanan berkaitan dengan Pilpres,” sebutnya.
 
Menurut dia, begitu calon presiden sudah diketahui dua pasang, pemesan pun berdatangan. Rata-rata per hari, peningkatan mencapai dua kali lipat, bila dilihat dari jumlah sheet (kertas) yang digunakan.
“Biasanya hanya 1,5 sheet, sekarang mencapai 3 sheet dalam sehari. Hampir semua offset juga mengalami peningkatan permintaan” beber dia kepada Malang Post.
 
Pria yang akrab disapa Naryo ini mengakui, lonjakan permintaan ini akan berlangsung hingga 10 hari kedepan. Pasalnya, masa kampanye yang menjadi ajang promosi dengan menampilkan spanduk atau baliho juga terbatas.
 
“Tidak sampai akhir bulan untuk kuantitas produksi ini meningkat. Baik dari customer besar maupun kecil, sebab pemesannya berbeda-beda Setelah itu, sudah kembali normal,” tambahnya.
Masih menurut Naryo, bila secara keseluruhan, omzet selama Juni ini dia optimis bisa menggapai peningkatan minimal sebesar 50 persen.
 
Terpisah, Manager Jade Printing, Iin mengakui, jika pemesanan digital printing periode Mei dan Juni ini memang meningkat, tetapi tipis. Alasannya, berbeda dengan masa jelang pemilu legislatif, kali ini yang memesan hanya dari kalangan tertentu.
“Hanya dua presiden, pasti dari simpatisan atau pendukungnya. Kalau pileg kan dari caleg sendiri juga memesan,” terangnya.
 
Selain itu, untuk Juni ini peningkatan pemesanan printing juga berasal dari hotel yang menggelar promo Piala Dunia. Masih ditambah lagi dengan pernak-pernik Penas.
“Bila dihitung, meningkat sekitar 10 persen di Mei lalu. Juni ini belum bisa dihitung, yang pasti juga meningkat,” pungkas Iin. (ley/oci)