Kucuran Kredit Capai Rp 1,6 Triliun

MALANG – Jelang berakhirnya semester pertama 2014, Bank Rakyat Indonesia (BRI) Malang Martadinata hampir melampaui target pengucuran kredit selama tahun ini. Kini, kucuran kreditnya sudah menembus Rp 1,6 triliun.
“Tahun ini target penyaluran kredit kami sebesar Rp 1,65 triliun. Kurang sedikit lagi sudah terpenuhi,” ungkap Pemimpin Cabang BRI Malang Martadinata, Primartono Gunawan.
Dia mengungkapkan, target kredit yang dipatok naik sebesar 16 persen atau setara dengan pertumbuhan selama 2013. Akan tetapi, bila melihat kenyataan yang terjadi, dia optimis bisa bertumbuh hingga 25 persen. “Masih ada waktu satu semester lagi. Yang pasti target tahun ini bisa tercapai minimal Agustus mendatang,” beber dia kepada Malang Post.
Sepanjang 2013 lalu BRI Martadinata mampu menyalurkan kredit sebesar Rp 1,45 triliun. Sehingga, raihan yang dicapai kali ini sudah melebihi angka tahun lalu. Primartono menyebutkan, mayoritas dari kredit yang tersalurkan tersebut didominasi dari sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM)
“Dari total kredit yang sudah tersalur hingga semester satu secara komposisi 20% di antaranya adalah melalui kredit usaha rakyat (KUR) yang terbagi dalam mikro dan retail,” jelas dia.
Penyaluran tersebut juga patut mendapat apresiasi bila mengacu pada situasi yang tengah berkembang di tengah ketatnya likuiditas keuangan di wilayah Malang, yang sedang menunggu musim giling atau panen tebu. “Tidak bisa dipungkiri komoditas tersebut juga berpengaruh erat dengan tingkat penyaluran kredit di wilayah kerja BRI Martadinata,” urainya.
Yang tidak kalah menggembirakan, meskipun penyaluran kredit tergolong tinggi, tingkat risiko kredit macet atau non performing loan (NPL) masih di bawah batas psikologis yang ditetapkan Bank Indonesia yakni 5 persen. Dia mengakui, tingkat NPL masih di level 3,5 persen. “Masih relatif aman dan tidak bermasalah angka NPL kami,” tegas pria yang belum setahun bertugas di Malang ini.
Selain itu, dia masih optimistis penyaluran kredit sektor mikro tetap mampu mendominasi di semester kedua mendatang. “Pasarnya besar meskipun persaingan ketat diantara perbankan yang bermain di sektor mikro. Tetapi, masyarakat sudah lebih dulu mengenal BRI,” pungkasnya. (ley/han)