Sawit Masih Jadi Industri Potensial

Papa pembicara di Workshop Meluruskan Persepsi Negatif Industri Kelapa Sawit di hotel Best Western OJ Malang.

MALANG - Industri persawitan memiliki peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Selain itu, perkebunan kelapa sawit yang 34 tahun lalu masih ada di dua provinsi saja, kini sudah menembus 23 provinsi.
Kepala Avdokasi GAPKI, Dr. Tungkot Sipayung mengatakan, bila tingginya produksi kelapa sawit ini, membuat Indonesia menyediakan minyak sawit bagi dunia cukup besar. "Akhir tahun lalu, luas lahan perkebunan sawit di Indonesia mencapai 9,2 juta hektar. Padahal, tahun 1979 masih 0,28 juta hektar," katanya dalam acara yang didukung oleh PT Astra Agro Lestaro tersebut.
Luas lahan tersebut, menghasilkan minyak sawit sebanyak 26,5 juta ton dan 30 persennya dikirim ke luar negeri. "Begitu besar potensi yang ada, jadi sangat sayang bila masyarakat enggan berkebun kelapa sawit," ujarnya dalam Workshop Meluruskan Persepsi Negatif Industri Kelapa Sawit, Kamis (19/6) di Hotel Best Western OJ Malang.
Dia menyayangkan bila banyak yang beranggapan negatif mengenai perkebunan kelapa sawit. Pasalnya, dilihat dari fungsinya juga sangat besar. Minyak sawit menjadi raja minyak nabati dunia dengan tingkat konsumsi menguasai mencapai 41,47 persen.
Sementara itu, Dr. Ir Damat MP mengungkapkan, kelapa sawit justru melestarikan lingkungan. Biaya produksi rendah, tetapi umur ekonomi mencapai 25 tahun. "Penggunaan lahan lebih efisien dan hasil produksi kelapa sawit menjadi minyak sawit limbahnya bisa dimanfaatkan untuk konversi biodiesel," ungkap dia. (ley/red/fia)